Langsung ke konten
Lambe Turah Lambe Turah
Iklan
News

AHY Rayakan 25 Tahun Demokrat, tapi Banyak Kursi Ketum Partai yang Kosong

Giostanovlatto
AHY Rayakan 25 Tahun Demokrat, tapi Banyak Kursi Ketum Partai yang Kosong
Iklan

LambeTurahNews - HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, GBK, Rabu malam (9/9/2026), seharusnya jadi panggung besar buat para elite politik nasional. Tapi kalau diperhatikan baik-baik, ada yang janggal dari daftar tamu yang hadir.

Hampir semua ketua umum partai koalisi yang diundang malam itu tidak datang sendiri. Mereka mengirim wakil.

Ketua Umum Nasdem diwakili Sulaiman Hamzah. Presiden PKS diwakili Sekjen Muhammad Kholid. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengutus Wakil Ketua Umum Jazilul Fawaid. PSI mengirim Wakil Dewan Pembina Grace Natalie, Perindo mengirim Sekjen Ferry Kurnia Rizkiyansyah, dan Partai Garuda diwakili Sekjen Ihsan Jauhari. Bahkan Ketua Umum PDIP tidak hadir, digantikan Ketua DPP PDIP Puan Maharani.

Artinya, dari sederet partai yang diundang malam itu, nyaris seluruh ketua umumnya memilih tidak tampil langsung. Yang benar-benar hadir sebagai figur utama hanya AHY sebagai tuan rumah dan Presiden Prabowo Subianto sebagai tamu kehormatan.

Di acara-acara politik seperti ini, siapa yang datang langsung dan siapa yang cukup mengirim wakil sering jadi bahasa tersendiri di kalangan elite. Bukan berarti ada yang salah, sebab jadwal ketua umum partai memang padat dan berbenturan adalah hal biasa. Tapi ketika hampir semua partai kompak mengirim wakil di momen seremonial sebesar ulang tahun ke-25 partai sekelas Demokrat, itu jadi detail yang menarik untuk dibaca, bukan sekadar kebetulan jadwal semata.

Acara sendiri berlangsung meriah. Mengusung tema "Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan, Menjaga Demokrasi", perayaan itu dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, unsur DPR dan MPR, serta perwakilan TNI dan Polri. AHY dan Prabowo sama-sama menyampaikan pidato di hadapan ribuan kader dan tamu undangan.

Perayaan ini disebut jadi momentum konsolidasi internal Demokrat menjelang langkah politik berikutnya. Tapi pola kehadiran malam itu, di mana hampir seluruh ketua umum partai koalisi memilih diwakilkan, kemungkinan akan terus jadi bahan pembicaraan di kalangan pengamat politik, terutama soal seberapa erat sebenarnya kedekatan antarpartai koalisi menjelang agenda-agenda politik besar berikutnya.

Berita Terkait

Iklan