Heboh Lagu Percuma Versi Mahalini dan Anggis Devaki, Pengamat Musik: Sudah Benar
LambeTurahNews - Pengamat musik Wendi Putranto menanggapi polemik yang melibatkan Mahalini dan Anggis Devaki. Wendi menyebut keputusan Mahalini merilis kembali lagu “Percuma” sudah tepat.
Wendi mengatakan keputusan Mahalini yang memilih untuk merilis kembali lagu “Percuma” sesuai dengan versinya sudah tepat. Hal ini lantaran Mahalini menunggu terlebih dahulu hingga kontrak dengan Anggis Devaki dan Betrand Peto selesai.
“Menurut saya sikap Mahalini sudah benar. Walau termasuk salah seorang pencipta Iagu tersebut, namun ia tetap menunggu dulu hingga lisensi atau kontrak rekaman single dengan Anggis Devaki dan Bertrand selesai,” ujar Wendi saat dihubungi awak media beberapa waktu lalu.
Manajer band Seringai ini lantas menjelaskan saat lisensi penggunaan lagu dengan penyanyinya berakhir, hak kontrol penuh atas karya tersebut kembali ke penciptanya. Mahalini pun disebut berhak menggunakan lagunya kapan pun setelah lisensi yang diberikan kepada Anggis berakhir,
Secara garis besar, kata Wendi, istri Rizky Febian ini memiliki hak eksklusif maupun ekonomi terhadap lagu “Percuma”.
“Mahalini memang pemilik hak cipta atas komposisi yang diciptakannya bersama Kamga dan Martinus. Ia mempunyai hak eksklusif atas ciptaannya, terkait dengan hak moral serta hak ekonominya,” jelasnya.
Sementara itu, terkait potensi lagu “Percuma” yang disebut bisa lebih hits saat dibawakan oleh Mahalini, Wendi tidak menampik kemungkinan itu terjadi. Namun ia menekankan tidak ada jaminan dari sebuah lagu bisa menjadi populer atau gagal.
“Bicara potensi tentu saja ada, apalagi ia termasuk penciptanya juga, walau secara pasti tidak ada yang pernah tahu kapan sebuah lagu itu bakal jadi hit atau flop, hanya market yang bisa menentukannya,” tegasnya.
Diketahui, Mahalini merilis lagu “Percuma” secara resmi pada 28 Agustus 2026. Lagu ini sebelumnya juga sudah pernah dibawakan oleh Mahalini dalam konser Koma Live in Concert di Februari lalu.
Sebelum merilis kembali lagu versinya, “Percuma” lebih dulu diciptakan Mahalini untuk Anggis Devaki dan Betrand Peto. Rilisan ulang ini pun sempat menimbulkan beragam pro dan kontra yang kemudian membandingkan versi Anggis dan Mahalini.