Lambe Turah Lambe Turah
Lifestyle

7 Tanda Tubuh Kebanyakan Gula yang Sering Diabaikan, Jangan Anggap Sepele

Gugi Guntara & Arjuna
7 Tanda Tubuh Kebanyakan Gula yang Sering Diabaikan, Jangan Anggap Sepele

LambeTurahNews - Mengonsumsi minuman manis, camilan, atau makanan olahan secara berlebihan dapat membuat asupan gula harian melampaui kebutuhan tubuh. Kebiasaan ini tidak hanya memengaruhi berat badan, tetapi juga berdampak pada berbagai fungsi tubuh.

Sayangnya, tanda-tanda tubuh kebanyakan gula sering muncul secara bertahap sehingga kerap tidak disadari. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

Berikut tujuh tanda tubuh kebanyakan gula yang perlu Anda waspadai.

1. Mudah lelah meski sudah cukup istirahat

Sering merasa lemas atau cepat kehabisan tenaga meski sudah tidur cukup bisa menjadi salah satu tanda tubuh terlalu banyak mengonsumsi gula. Asupan gula yang tinggi dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah, lalu turun secara drastis. Kondisi ini membuat energi cepat habis dan tubuh terasa lesu.

2. Sering mengidam makanan manis

Keinginan untuk terus mengonsumsi makanan atau minuman manis dapat menjadi sinyal tubuh sudah terbiasa dengan asupan gula tinggi. Gula memicu pelepasan dopamin di otak yang menimbulkan rasa senang, sehingga tubuh terdorong untuk mengulang sensasi tersebut.

3. Jerawat lebih mudah muncul

Konsumsi gula berlebih juga dapat memengaruhi kesehatan kulit. Gula diketahui dapat meningkatkan peradangan dan memengaruhi hormon yang berperan dalam produksi minyak di kulit. Akibatnya, jerawat lebih mudah muncul atau lebih sulit sembuh.

4. Sulit fokus atau mengalami brain fog

Kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, atau merasa pikiran terasa "berkabut" (brain fog) juga bisa berkaitan dengan konsumsi gula yang berlebihan. Fluktuasi kadar gula darah dapat memengaruhi fungsi otak, termasuk kemampuan berpikir dan mengingat.

5. Suasana hati mudah berubah

Mudah marah, sensitif, atau mengalami perubahan suasana hati secara tiba-tiba juga dapat dipicu oleh konsumsi gula berlebih. Setelah efek lonjakan energi akibat gula mereda, tubuh mengalami penurunan energi yang dapat memengaruhi kondisi emosional.

6. Perut sering kembung

Terlalu banyak mengonsumsi gula dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan. Akibatnya, perut terasa kembung, menghasilkan lebih banyak gas, atau terasa tidak nyaman setelah makan.

7. Makanan alami terasa kurang manis

Jika buah atau makanan alami mulai terasa kurang manis dibanding biasanya, bisa jadi lidah telah terbiasa dengan makanan berkadar gula tinggi. Kondisi ini membuat tubuh membutuhkan lebih banyak gula untuk mendapatkan sensasi manis yang sama.

Cara Mengurangi Konsumsi Gula

Mengurangi konsumsi gula tidak harus dilakukan secara drastis. Anda bisa memulainya dengan mengurangi minuman berpemanis dan menggantinya dengan air putih, teh tanpa gula, atau infused water.

Selain itu, perbanyak konsumsi makanan utuh seperti buah, sayuran, protein tanpa lemak, serta sumber karbohidrat tinggi serat. Pola makan ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Saat membeli makanan atau minuman kemasan, biasakan membaca label informasi gizi. Perhatikan kandungan gula tambahan (added sugar) agar Anda dapat memilih produk dengan kadar gula yang lebih rendah.

Membatasi konsumsi makanan manis bukan berarti harus menghindarinya sepenuhnya. Yang terpenting adalah menjaga pola makan seimbang dan mengonsumsi gula sesuai kebutuhan tubuh.

Dengan mengenali tanda-tanda tubuh kebanyakan gula sejak dini, Anda dapat segera memperbaiki pola makan dan menurunkan risiko berbagai masalah kesehatan di kemudian hari.

Tag Terkait

Berita Terkait