ASDP Pastikan Kapal Feri Merak-Bakauheni Tetap Beroperasi Normal di Tengah Status Siaga Anak Krakatau
LambeTurahBali - Layanan penyeberangan kapal feri lintasan Merak-Bakauheni yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra dipastikan tetap beroperasi normal pada Minggu (6/9/2026), meski Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berstatus Siaga akibat rangkaian erupsi yang berlangsung sejak 4 September 2026.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menegaskan pihaknya tetap mengoperasikan jalur laut ini dengan terus memperhatikan dinamika cuaca, kondisi perairan, dan aktivitas gunung api di sekitar Selat Sunda.
"Sehubungan dengan kondisi tersebut, operasional layanan penyeberangan pada lintasan Merak–Bakauheni hingga saat ini masih berjalan normal," kata Windy dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026) siang.
Keputusan ini terbilang penting mengingat lintasan Merak-Bakauheni bukan sekadar rute penyeberangan biasa. Jalur ini menjadi salah satu urat nadi utama transportasi dan logistik yang menghubungkan Jawa dan Sumatra, tempat ribuan kendaraan dan penumpang bergantung setiap harinya untuk mobilitas maupun distribusi barang.
Windy menjelaskan, pihak ASDP Cabang Merak dan Bakauheni secara intensif memantau situasi langsung di lapangan, sekaligus berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk BMKG, guna memastikan setiap keputusan operasional didasarkan pada data terkini soal kondisi Selat Sunda.
"Apabila terdapat perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran maupun kelancaran layanan, perusahaan akan melakukan penyesuaian operasional," ujarnya.
Yang menarik dari pernyataan ini, ASDP tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian jika situasi berubah. Artinya, keputusan tetap beroperasi hari ini bukan keputusan final yang kaku, melainkan hasil evaluasi berkala yang bisa berubah kapan saja mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik di sekitar jalur pelayaran.
Bagi calon pengguna jasa yang berencana menyeberang dalam waktu dekat, ASDP mengimbau untuk terus memantau informasi resmi perusahaan atau menghubungi Contact Center di nomor 191 sebelum berangkat ke pelabuhan, guna memastikan tidak ada perubahan jadwal mendadak.
Dengan status Siaga Anak Krakatau yang masih berlaku dan aktivitas vulkanik yang terus dipantau ketat, konsistensi operasional lintasan Merak-Bakauheni ini setidaknya memberi kepastian bagi masyarakat yang masih harus menyeberang antarpulau di tengah situasi yang serba dinamis.
Tag Terkait