Langsung ke konten
Lambe Turah Lambe Turah
Entertainment

Film Istimewa Tembus 1 Juta Penonton, Abdullah Mansuri Nazar Bangun Rumah Istimewa di Seluruh Indonesia

Fip
Film Istimewa Tembus 1 Juta Penonton, Abdullah Mansuri Nazar Bangun Rumah Istimewa di Seluruh Indonesia

LambeTurahNews - Film Istimewa tidak hanya membawa cerita tentang kehidupan anak-anak istimewa ke layar lebar. Produser Abdullah Mansuri juga membawa misi untuk menciptakan ruang yang lebih luas bagi mereka agar dapat berkarya dan mengembangkan potensi.

Dalam peluncuran film Istimewa di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026), Abdullah Mansuri mengungkapkan sebuah nazar yang ingin diwujudkannya jika film tersebut mendapat sambutan besar dari masyarakat.

Ia berencana membangun Rumah Istimewa di berbagai daerah di Indonesia apabila film Istimewa berhasil mencapai satu juta penonton.

“Kalau Tuhan mengizinkan ini menembus satu juta, saya ingin bikin Rumah Istimewa di seluruh daerah di Indonesia. Harapannya semua orang kalau Tuhan memanggil saya pulang, akan muncul ayah-ayah yang baru,” ujar Abdullah Mansuri.

Abdullah Mansuri Ingin Ciptakan Ruang bagi Anak-Anak Istimewa

Abdullah Mansuri sejak awal menempatkan film Istimewa bukan hanya sebagai karya perfilman. Ia ingin film tersebut menjadi ruang bagi anak-anak yang selama ini belum mendapatkan kesempatan cukup untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Abdullah bahkan mengaku bangga dengan kemampuan anak-anak yang terlibat dalam film tersebut.

Ia memilih menyebut mereka sebagai anak-anak istimewa, bukan sekadar melihat kondisi mereka dari keterbatasan yang dimiliki.

“Kalau ditanya bangga, sejak saya umumkan, saya dengan lantang menyatakan mereka bukan disabilitas tapi istimewa. Anak-anak saya yang jumlahnya ribuan, sangat mampu menunjukkan kemampuan mereka. Saya sangat bangga,” tegasnya.

Menurut Abdullah, kemampuan mereka dalam berakting menjadi bukti bahwa kesempatan dan dukungan dapat membuka potensi yang selama ini mungkin belum terlihat.

Mathias Muchus: Semua Punya Hak untuk Berkarya

Aktor senior Mathias Muchus turut mendukung gagasan yang dibawa melalui film Istimewa.

Menurut Mathias, kesempatan untuk berkarya tidak seharusnya hanya diberikan kepada aktor profesional yang sudah memiliki nama.

Anak-anak yang terlibat dalam film tersebut juga memiliki hak yang sama untuk mengekspresikan kreativitas mereka.

“Jadi mereka punya hak yang sama, makanya ada film ini. Kita masih kasih kesempatan untuk hak mereka berkarya. Jadi ruang kreativitas bukan cuma buat Mathias Muchus atau Agus Kuncoro,” ujar Mathias Muchus.

Bagi Mathias, kehadiran film Istimewa menjadi salah satu bentuk nyata untuk membuka ruang kreativitas tersebut.

Bambang Ceper Ungkap Peran Abdullah Mansuri

Sementara itu, salah satu pemain film Istimewa, Bambang Ceper, mengungkapkan pengalaman personalnya bersama Abdullah Mansuri.

Bambang mengaku pernah mengalami masa ketika dirinya tidak percaya diri. Perlakuan dari lingkungan sekitar membuatnya merasa rendah diri.

Kondisinya mulai berubah setelah mengenal Abdullah Mansuri dan anak-anak yang berada di lingkungan Rumah Istimewa.

“Dulu aku tidak pede sama sekali. Aku punya ayah kandung tapi tidak dekat, apalagi orang selalu ngeledek. Setelah kenal Ayah Mansuri dan anak-anak istimewa, setelah itu mentalku terbentuk,” ungkap Bambang Ceper.

Bambang juga mengenang salah satu momen yang menurutnya membekas. Saat dirinya merasa takut, Abdullah Mansuri memberikan pelukan dan meyakinkannya agar tidak perlu takut.

“Dia bilang kalau ada apa-apa bilang ke Ayah, kamu tidak usah takut,” kenang Bambang.

Dukungan tersebut membuat Bambang perlahan membangun kepercayaan diri dan berani memiliki mimpi.

Niatus Sholihah Merasakan Dukungan Seperti Orang Tua

Cerita mengenai kedekatan dengan Abdullah Mansuri juga disampaikan Niatus Sholihah.

Ia mengaku mendapat dukungan selama menjalani pendidikan hingga menyelesaikan skripsi. Kehadiran Abdullah Mansuri membuatnya merasa mendapatkan sosok orang tua yang memberikan penguatan.

“Alhamdulillah saya bisa berjuang dan menyelesaikan kuliah saya karena ayah selalu menguatkan saya. Tentunya kembali lagi ayah dengan ayah Mansuri saya merasa sangat diterima dan tidak dibedakan,” ujar Niatus Sholihah.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Niatus bersama lingkungan Rumah Istimewa.

Yani Melwani: Kehidupan Nyata Mereka Mirip dengan Film

Sementara itu, Yani Melwani yang telah mendampingi anak-anak tersebut selama lima tahun mengatakan proses membangun kedekatan untuk kebutuhan film tidak menjadi persoalan besar.

Pasalnya, hubungan yang ditampilkan dalam Istimewa memiliki kemiripan dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Yani mengatakan dirinya sudah mengenal anak-anak tersebut selama bertahun-tahun. Karena itu, kedekatan yang terlihat di layar bukan sekadar hasil akting.

“Sebenarnya aku kenal mereka sudah 5 tahun. Kalau dilihat Kinan jadi kakak mereka dalam kehidupan pribadi juga seperti itu. Kehidupan pribadi kita memang sama seperti film,” pungkas Yani Melwani.

Film Istimewa Tayang 17 September 2026

Film Istimewa dijadwalkan tayang di bioskop mulai 17 September 2026.

Film ini mengangkat kisah anak-anak yang tinggal di Rumah Istimewa bersama sosok ayah bernama Pak Mahendra. Kehidupan mereka berubah ketika Pak Mahendra tiba-tiba menghilang.

Mereka kemudian melakukan perjalanan untuk mencari keberadaan Pak Mahendra. Dalam perjalanan tersebut, mereka menghadapi berbagai pengalaman yang menguji keberanian sekaligus memperkuat persahabatan.

Bagi Abdullah Mansuri, keberhasilan film Istimewa nantinya bukan hanya diukur dari jumlah penonton, tetapi juga dari seberapa besar film tersebut dapat membuka pandangan masyarakat terhadap kemampuan anak-anak istimewa.

Berita Terkait