GRIB Jaya Klaim Bukan Pelaku Pemukulan Terhadap Dua Warga Pejompongan
LambeTurahNews - Sekretaris Jenderal GRIB Jaya H. Zulfikar memberikan klarifikasi terkait video dan narasi di media sosial yang mengaitkan organisasinya dengan dugaan pemukulan terhadap seseorang hingga meninggal dunia.
Zulfikar membantah GRIB Jaya terlibat dalam kejadian tersebut. Ia mengatakan lokasi dan waktu peristiwa yang disebut dalam narasi media sosial berbeda dengan keberadaan anggota GRIB Jaya saat menjalankan kegiatan di lapangan.
"Katanya ada yang meninggal, dipukulin. Ya mungkin teman-teman lihat itu di TikTok, ada yang meninggal dipukulin," kata Zulfikar, saat ditemui dalam acara HUT ke-1 DPC GRIB Jaya Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026).
Ia kemudian menegaskan bahwa berdasarkan informasi yang disampaikannya, orang yang disebut meninggal tersebut bukan dipukul oleh anggota GRIB Jaya.
"Itu bukan GRIB yang mukulin. Itu pendemo yang mukulin," ujarnya.
Zulfikar juga menekankan bahwa peristiwa tersebut, menurut versinya, terjadi di lokasi yang berbeda dengan tempat anggota GRIB Jaya berada pada malam hari.
"Itu wilayahnya, tempatnya juga berbeda dengan teman-teman yang pam swakarsa pada malam hari itu," katanya.
Lebih lanjut, Zulfikar menyebut anggota GRIB Jaya yang berada di lapangan pada malam hari tidak berniat melakukan kekerasan.
Ia mengklaim anggota organisasi tersebut justru mendapat provokasi dan lemparan batu dari kelompok lain.
"Sejatinya tidak melakukan kekerasan, tapi karena diprovokasi, ditentang-tentang, dan dilempari oleh batu," kata Zulfikar.
Zulfikar meminta masyarakat tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.
Menurut dia, klarifikasi diperlukan agar narasi yang berkembang tidak semakin memperkeruh situasi.
Tag Terkait