Langsung ke konten
Lambe Turah Lambe Turah
News

Gunung Anak Krakatau Erupsi 11 Kali Sehari, Kolom Abu Capai 400 Meter

Giostanovlatto
Gunung Anak Krakatau Erupsi 11 Kali Sehari, Kolom Abu Capai 400 Meter

LambeTurahNews - Belum sempat reda dari letusan pagi, Gunung Anak Krakatau kembali batuk empat kali lagi sepanjang Senin sore. Total, gunung api di Selat Sunda ini sudah meletus 11 kali sejak pagi hingga sore, dan aktivitasnya belum menunjukkan tanda mereda.

Petugas Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi, memastikan aktivitas vulkanik ini masih terus dipantau ketat.

Empat Letusan Terjadi dalam Rentang Waktu Kurang dari Dua Jam

"Sejak pagi aktivitas erupsi terjadi berulang. Sampai sore ini sudah tercatat 11 kali erupsi," kata Andi, Senin (24/8/2026).

Erupsi sore pertama tercatat pukul 15.24 WIB, dengan kolom abu berwarna kelabu hingga hitam berintensitas sedang hingga tebal, bergerak ke arah utara dan timur laut. Letusan ini terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 67 milimeter, berlangsung selama 26 detik.

Yang menarik, dua letusan berikutnya justru terjadi dalam jarak waktu sangat singkat. Pukul 16.43 WIB, kolom abu tercatat sekitar 300 meter di atas puncak. Hanya berselang tiga menit, tepatnya pukul 16.46 WIB, gunung ini kembali erupsi dengan ketinggian kolom abu yang sama, mengarah ke utara dan timur laut.

"Pada pukul 16.43 WIB dan 16.46 WIB kembali terjadi erupsi. Kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak dan mengarah ke utara serta timur laut," ujar Andi.

Kolom Abu Tertinggi Tembus 400 Meter, Erupsi Masih Berlangsung Saat Dilaporkan

Erupsi terakhir yang tercatat terjadi pukul 17.09 WIB, dengan kolom abu mencapai sekitar 400 meter di atas puncak, atau setara 557 meter di atas permukaan laut. Ini jadi salah satu dari dua erupsi dengan kolom abu tertinggi sepanjang hari.

Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal teramati bergerak ke arah utara dan timur laut. Yang cukup mengkhawatirkan, erupsi ini masih berlangsung saat laporan dibuat.

"Erupsi pukul 17.09 WIB kolom abunya sekitar 400 meter di atas puncak. Erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat," kata Andi.

Radius Tiga Kilometer Wajib Dihindari

Menyusul rentetan erupsi yang berulang sepanjang hari, petugas mengeluarkan imbauan tegas bagi masyarakat, wisatawan, pengunjung, maupun pendaki untuk tidak mendekati kawasan gunung tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif," tegas Andi.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan diri mendekati kawah hanya demi menyaksikan langsung fenomena erupsi.

"Jangan memaksakan diri mendekati kawah untuk melihat erupsi. Kondisi gunung harus tetap diwaspadai dan masyarakat diminta mengikuti rekomendasi keselamatan," pungkasnya.

Dengan pola erupsi yang terus berulang sepanjang hari, bahkan sampai terjadi dua kali dalam selisih tiga menit, pemantauan intensif akan terus dilakukan untuk memastikan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau tetap terkendali dalam beberapa hari ke depan.

Berita Terkait