Langsung ke konten
Lambe Turah Lambe Turah
Entertainment

Komikus Saint Seiya Masami Kurumada Bongkar Dugaan Penggelapan Rp500 Miliar, Uang Lisensi Disebut Raib Selama 6 Tahun

Fip
Komikus Saint Seiya Masami Kurumada Bongkar Dugaan Penggelapan Rp500 Miliar, Uang Lisensi Disebut Raib Selama 6 Tahun

Dana Lisensi Karya Kurumada Diduga Dialihkan

Dalam materi gugatan, mantan manajer dan sejumlah pihak terkait diduga memindahkan uang tanpa izin dari beberapa perusahaan yang dipimpin Kurumada ke rekening pribadi mereka.

Salah satu dugaan tersebut berkaitan dengan pendapatan lisensi dari karya-karya Kurumada.

Dana lisensi yang seharusnya masuk ke perusahaan milik Kurumada diduga dialihkan oleh mantan manajer ke perusahaan miliknya sendiri.

Pihak Kurumada menilai tindakan tersebut menyebabkan perusahaan kehilangan dana yang seharusnya menjadi hak mereka.

Namun, seluruh tuduhan tersebut masih menjadi materi gugatan perdata dan harus dibuktikan melalui proses hukum. Hingga konferensi pers digelar, belum terdapat tanggapan rinci dari mantan manajer maupun pihak tergugat sebagaimana disampaikan dalam materi yang tersedia.

Kepercayaan 25 Tahun Berujung Dugaan Kerugian Besar

Kurumada mengatakan dirinya telah bekerja bersama mantan manajer tersebut selama sekitar 25 tahun.

Karena ingin berkonsentrasi pada kegiatan kreatif dan pembuatan manga, Kurumada mempercayakan berbagai urusan bisnis dan administrasi kepada orang tersebut.

“Saya ingin berkonsentrasi pada kegiatan kreatif dan penulisan manga. Karena itu, saya mengatakan bahwa urusan lainnya saya serahkan kepadanya,” ujar Kurumada.

Namun, menurut klaim Kurumada, kepercayaan yang dibangun selama puluhan tahun tersebut justru disalahgunakan.

Ia menuding mantan manajernya membangun lingkungan yang membuat informasi mengenai dugaan pelanggaran tersebut tidak sampai kepadanya.

“Orang itu selama puluhan tahun mendekati orang-orang di sekitar saya, termasuk editor dan staf, melalui uang, jamuan minum, dan pembelian kuitansi, sehingga perbuatannya tidak dilaporkan kepada saya,” kata Kurumada.

Pernyataan tersebut merupakan tuduhan dari pihak penggugat dan masih harus dibuktikan dalam proses hukum.

Masih Ada Rp300 Miliar Lebih yang Belum Dikembalikan

Pihak Kurumada menyebut sebagian dana yang hilang telah berhasil dipulihkan.

Namun, lebih dari 2,8 miliar yen atau sekitar Rp300 miliar lebih berdasarkan kurs perkiraan masih belum dikembalikan.

Melalui gugatan perdata yang diajukan, Kurumada meminta pembayaran ganti rugi atas sisa kerugian tersebut.

Pengacara Kurumada, Tomohiro Nozaki dari Sakura Kyodo Law Office, mengatakan kasus tersebut diketahui sekitar Februari 2024.

Waktu tersebut bertepatan dengan mencuatnya kasus Ippei Mizuhara, mantan penerjemah pemain bisbol Shohei Ohtani, yang juga terseret kasus penggelapan dana.

“Pada saat itu, ternyata telah terjadi kasus dengan nilai yang lebih besar,” kata Nozaki.

Saint Seiya Terjual Lebih dari 50 Juta Eksemplar

Masami Kurumada merupakan salah satu komikus senior Jepang yang memiliki popularitas internasional.

Namanya mulai dikenal melalui manga Ring ni Kakero, yang terbit pada 1977 hingga 1983. Manga tersebut mengangkat kisah tinju dengan unsur persahabatan, persaingan, teknik pertarungan, dan pengorbanan.

Kesuksesan terbesar Kurumada datang melalui Saint Seiya, yang mulai diterbitkan di majalah Weekly Shonen Jump pada 1986.

Manga tersebut mengisahkan para kesatria yang mengenakan baju zirah bernama Cloth untuk melindungi Dewi Athena.

Saint Seiya kemudian berkembang menjadi serial animasi, film, permainan video, berbagai produk berlisensi, hingga sejumlah adaptasi internasional.

Manga tersebut telah terjual lebih dari 50 juta eksemplar dan memiliki basis penggemar di berbagai negara, terutama di Asia, Eropa, dan Amerika Latin.

Besarnya bisnis lisensi dari karya-karya Kurumada menjadi salah satu bagian penting dalam perkara dugaan penggelapan yang kini dibawa ke pengadilan.

Perjalanan Karier Masami Kurumada

Kurumada lahir di Tsukishima, Chuo-ku, Tokyo, dan merupakan anak tunggal dari keluarga pekerja konstruksi.

Ketertarikannya terhadap manga muncul setelah membaca karya Hiroshi Motomiya berjudul Otoko Ippiki Gaki Daishō.

Saat duduk di kelas tiga sekolah menengah atas, Kurumada mengirimkan karya pertamanya ke kompetisi majalah Weekly Shonen Jump. Karya tersebut tidak berhasil memenangkan kompetisi.

Ia kemudian mendatangi kantor redaksi untuk menanyakan alasan penolakannya. Pertemuan tersebut justru membuka jalan bagi Kurumada untuk menjadi asisten komikus Kō Inoue, yang saat itu mengerjakan Samurai Giants.

Kurumada kemudian memulai debut profesionalnya sekitar usia 20 tahun melalui manga Sukeban Arashi, yang diterbitkan di Weekly Shonen Jump.

Sejumlah karya utama Kurumada antara lain Sukeban Arashi, Ring ni Kakero, Fūma no Kojirō, Otoko Zaka, Saint Seiya, Silent Knight Shō, Akane-iro no Kaze, B'T X, Ring ni Kakero 2, Saint Seiya: Next Dimension, serta Fūma no Kojirō Gaiden: Asuka Mumyochō.

Ciri khas karya Kurumada antara lain pertarungan dramatis, persahabatan, keberanian, kesetiaan, pengorbanan, serta karakter yang terus bangkit meski menghadapi luka dan kekalahan.

Melalui Saint Seiya, Kurumada kemudian dikenal sebagai salah satu komikus Jepang yang karyanya memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan manga dan anime di luar Jepang.

Situs resmi Masami Kurumada juga mencatat dirinya masih mengerjakan serial Fūma no Kojirō Gaiden: Asuka Mumyochō untuk majalah Monthly Champion RED.

Berita Terkait