Langsung ke konten
Lambe Turah Lambe Turah
Entertainment

Komikus Saint Seiya Masami Kurumada Bongkar Dugaan Penggelapan Rp500 Miliar, Uang Lisensi Disebut Raib Selama 6 Tahun

Fip
Komikus Saint Seiya Masami Kurumada Bongkar Dugaan Penggelapan Rp500 Miliar, Uang Lisensi Disebut Raib Selama 6 Tahun

LambeTurahNews - Komikus ternama Jepang, Masami Kurumada, mengungkap dirinya menjadi korban dugaan penggelapan dana dalam jumlah besar yang melibatkan mantan manajer dan sejumlah pihak terkait.

Pencipta manga populer Saint Seiya dan Ring ni Kakero itu menyebut total kerugian yang diklaim mencapai sedikitnya 4,686 miliar yen atau sekitar ratusan miliar rupiah.

Kurumada mengungkap dugaan tersebut dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (2/9/2026). Ia juga telah mengajukan gugatan perdata untuk meminta ganti rugi atas sebagian dana yang hingga kini belum berhasil dipulihkan.

“Ini konferensi pers pertama saya. Selama ini saya memang menghadiri acara manga dan anime, tetapi belum pernah mengadakan konferensi pers,” kata Kurumada.

Dugaan Penggelapan Berlangsung Selama Enam Tahun

Menurut pihak Kurumada, dugaan penggelapan tersebut berlangsung sedikitnya selama enam tahun, yakni sejak 2018 hingga 2024.

Kasus tersebut terungkap setelah kondisi keuangan perusahaan yang dipimpin Kurumada diketahui mengalami masalah serius. Saat itu, saldo rekening perusahaan disebut hanya tersisa sedikit sehingga perusahaan mengalami kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran pajak dalam jumlah besar.

“Ketika kasus penggelapan ini diketahui, saldo rekening perusahaan kami hanya tersisa sedikit dan kami tidak mungkin membayar pajak dalam jumlah besar,” ujar Kurumada.

Kondisi tersebut membuat Kurumada mengaku sulit menerima kenyataan bahwa dana perusahaan dalam jumlah besar telah hilang.

“Saya tidak lagi sekadar merasa marah. Perasaan itu sudah terlampaui dan yang tersisa hanyalah kehampaan,” katanya.

Berdasarkan klaim pihak Kurumada, total kerugian akibat dugaan penggelapan mencapai sedikitnya 4,686 miliar yen.

“Jumlahnya terlalu besar sehingga sulit saya pahami. Mengapa, mengapa hal seperti ini bisa terjadi? Nilai 4,6 miliar yen itu terlalu besar untuk dapat saya rasakan sebagai kenyataan,” tutur Kurumada.

Berita Terkait