MVP Pictures Hadirkan ‘Hungry Ghost Festival’, Komedi Horor tentang Teror di Balik Tradisi Bulan Arwah
LambeTurahNews - MVP Pictures kembali menghadirkan film horor terbaru berjudul “Hungry Ghost Festival”. Film komedi horor yang disutradarai sekaligus ditulis oleh Imam Darto ini memadukan humor, misteri, dan teror supranatural dengan kekayaan tradisi Tionghoa-Indonesia.
Menjelang berakhirnya periode Ghost Month pada 10 September 2026, MVP Pictures resmi meluncurkan teaser trailer dan teaser poster film tersebut. “Hungry Ghost Festival” dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 26 November 2026.
Film ini mengajak penonton menyelami tradisi Hungry Ghost Festival atau yang dikenal juga sebagai Zhongyuan Festival. Di Indonesia, tradisi tersebut memiliki sejumlah sebutan, seperti Cioko, Sembahyang Rebutan, hingga Sembahyang Arwah.
Dalam kalender lunar Tionghoa, Hungry Ghost Festival berlangsung pada tanggal 15 bulan ketujuh. Pada 2026, periode Ghost Month berlangsung sekitar 13 Agustus hingga 10 September, dengan puncak perayaan pada 27 Agustus 2026.
Pemain ‘Hungry Ghost Festival’ Ikut Saksikan Tradisi
Untuk lebih mengenal budaya yang menjadi inspirasi cerita, sejumlah pemain “Hungry Ghost Festival” turut menyaksikan langsung rangkaian perayaan Hungry Ghost Festival.
Endy Arfian, Aci Resti, dan Fajar Nugra berkesempatan melihat langsung perayaan tersebut di Klenteng Bu An Kiong, Bekasi, serta Vihara Boen San Bio, Tangerang.
Fajar Nugra bahkan turut merasakan suasana Sembahyang Rebutan secara langsung.
“Ini adalah pengalaman yang harus diceritakan ke banyak orang karena ini sangat menyenangkan,” ujar Fajar.
Sementara itu, Aci Resti menyoroti keterlibatan generasi muda dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Menariknya buat gue karena acara ini para Gen Z yang melakukan, tradisinya masih berjalan turun-temurun,” kata Aci.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya MVP Pictures memperkenalkan latar budaya yang menjadi inspirasi film sekaligus menunjukkan bahwa tradisi tersebut masih memiliki kedekatan dengan kehidupan generasi masa kini.
Kisah Pencarian Identitas Berujung Teror
“Hungry Ghost Festival” mengikuti perjalanan seorang pemuda bernama Raka yang mengetahui bahwa dirinya merupakan anak angkat dan tidak memiliki identitas yang sah secara hukum.
Rasa penasaran terhadap asal-usul dirinya membuat Raka bersama dua sahabatnya, Tintin dan Bobi, pergi ke Semarang untuk mencari jawaban mengenai masa lalunya.
Namun, perjalanan yang awalnya dimaksudkan sebagai pencarian identitas justru berubah menjadi petualangan penuh kekacauan ketika mereka tiba di tengah perayaan Hungry Ghost Festival.
Perbedaan karakter dan tingkah laku ketiganya membuat berbagai situasi menjadi semakin rumit. Kepanikan, kesalahpahaman, hingga usaha menyelamatkan diri menjadi sumber komedi di tengah suasana yang semakin mencekam.
Masalah semakin besar ketika Raka, Tintin, dan Bobi tanpa sengaja melanggar sejumlah kepercayaan serta pantangan yang berlaku selama Ghost Month.
Perjalanan yang awalnya dipenuhi celotehan dan kekonyolan perlahan berubah menjadi teror supranatural yang semakin nyata.
Gabungkan Komedi, Horor, dan Misteri
Perpaduan antara komedi dan teror supranatural menjadi salah satu daya tarik utama “Hungry Ghost Festival”.
Humor muncul melalui dinamika persahabatan Raka, Tintin, dan Bobi serta respons spontan mereka ketika menghadapi kejadian-kejadian di luar nalar.
Di sisi lain, film ini tetap mempertahankan unsur misteri dan ketegangan yang berkaitan dengan perjalanan Raka dalam menemukan identitas serta asal-usul dirinya.
Dengan menjadikan tradisi Tionghoa-Indonesia sebagai bagian penting dari cerita, “Hungry Ghost Festival” tidak hanya menawarkan pengalaman horor yang menghibur.
Film tersebut juga berupaya memperkenalkan salah satu tradisi yang telah menjadi bagian dari keberagaman budaya Indonesia kepada penonton.
Film ini dibintangi Endy Arfian, Aci Resti, Fajar Nugra, Augie Fantinus, Sarah Beatrix, Jenny Zhang, Rizky Inggar, Oka Sugawa, Alvin Adam, Arla Ailani, Arvino Ramadhan, dan Ali Mensan.
Melalui “Hungry Ghost Festival”, MVP Pictures menghadirkan perpaduan teror supranatural, humor persahabatan tiga karakter utama, misteri pencarian identitas, serta kekayaan budaya Tionghoa-Indonesia dalam satu perjalanan.
Satu hal yang menjadi pertanyaan, bagaimana nasib Raka, Tintin, dan Bobi setelah mereka melanggar berbagai pantangan di tengah Ghost Month?
Jawabannya dapat disaksikan ketika “Hungry Ghost Festival” tayang serentak di bioskop Indonesia pada 26 November 2026.
Tag Terkait