Langsung ke konten
Lambe Turah Lambe Turah
Viral

Ngeri! Viral Dugaan Perdagangan WNI di Pulau Jeju, Diiming-imingi Gaji Rp89 Juta Berujung Jadi Imigran Ilegal

Suroso & Fip
Ngeri! Viral Dugaan Perdagangan WNI di Pulau Jeju, Diiming-imingi Gaji Rp89 Juta Berujung Jadi Imigran Ilegal

LambeTurahNews - Kabar mengejutkan datang dari jagat media sosial X setelah akun @562side mengungkap dugaan praktik perdagangan manusia yang menimpa Warga Negara Indonesia (WNI) di Pulau Jeju, Korea Selatan.

"SEREM BGTTTT, kerja di Indo serem gara-gara gajinya dikit, kerja diluar indo ternyata juga gak kalah serem..." tulis akun @562side dalam utasnya di X pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Informasi ini berawal dari postingan @kioyyx_ dalam Bahasa Korea. Dalam keterangannya, para WNI direkrut dengan janji upah yang sangat menggiurkan.

"Orang itu merekrut orang-orang di Indonesia dan mengirim mereka ke Jeju dengan bayaran 7 juta won (sekitar Rp89 juta) per orang," ungkap akun @kioyyx_ dalam bukti percakapan yang diunggah.

Jumlah korban yang terjerat dalam sindikat ini diduga tidak sedikit, bahkan mencapai angka yang sangat fantastis untuk sebuah kasus perdagangan orang.

"Setahu saya, tampaknya ratusan, bahkan mungkin lebih dari seribu, orang telah tiba di Jeju," jelas pelapor mengenai banyaknya korban yang terlibat.

Setibanya di Korea Selatan, para WNI ini tidak mendapatkan pekerjaan resmi melainkan harus menghadapi kenyataan pahit terkait status tinggal mereka.

"Setelah tiba, beberapa mengajukan status pengungsi, sementara yang lain bekerja sebagai penduduk ilegal," lanjut keterangan dari @kioyyx_.

Upaya pelaporan sebenarnya telah dilakukan kepada otoritas setempat di Korea Selatan.

"Saya sudah melaporkan hal ini ke Dinas Imigrasi Jeju melalui email, dan hampir sebulan telah berlalu," tuturnya.

Tak hanya itu, pelapor juga sudah berupaya mencari keadilan melalui perwakilan pemerintah Indonesia yang ada di Korea Selatan.

"Tetapi saya diberitahu bahwa mereka tidak dapat menangani kasus kriminal atas nama orang lain," tambahnya menceritakan respons dari pihak Kedutaan Besar.

Situasi semakin pelik karena para korban berada di bawah bayang-bayang ketakutan karena status mereka yang tidak memiliki dokumen resmi.

"Sebagian besar korban adalah imigran ilegal, sehingga mereka sangat takut untuk melapor langsung ke polisi," tegas akun tersebut.

Mirisnya, aktor utama di balik pengiriman tenaga kerja ilegal ini diduga merupakan sesama orang Indonesia yang memang menetap di Pulau Jeju.

"Pelaku tindakan ini adalah warga negara Indonesia yang tinggal di Jeju, dan saya memiliki semua bukti yang relevan," pungkas @kioyyx_.

Berita Terkait