Langsung ke konten
Lambe Turah Lambe Turah
Iklan
News

Polres Metro Bekasi Kota dan 127 Kepala Sekolah Perkuat Program Jaga Pelajar

Fip
Polres Metro Bekasi Kota dan 127 Kepala Sekolah Perkuat Program Jaga Pelajar
Polres Metro Bekasi Kota dan 127 Kepala Sekolah Perkuat Program Jaga Pelajar/ Istimewa
Iklan

LambeTurahNews - Polres Metro Bekasi Kota bersama kepala sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri dan swasta memperkuat pelaksanaan program Jaga Pelajar di lingkungan pendidikan Kota Bekasi.

Pertemuan yang melibatkan 127 kepala sekolah SMK tersebut digelar di Aula SMA Negeri 1 Kota Bekasi, Selasa (15/9/2026).

Program Jaga Pelajar melibatkan personel Polres Metro Bekasi Kota dan Polsek jajaran sebagai Bapak Asuh di setiap kelas SMK. Pendampingan tersebut diarahkan untuk memperkuat komunikasi antara pelajar, sekolah, keluarga, dan kepolisian.

Personel yang ditunjuk nantinya berinteraksi secara berkala dengan kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Mereka juga akan berkoordinasi dengan wali kelas serta guru bimbingan konseling (BK).

Polres Metro Bekasi Kota dan 127 Kepala Sekolah Perkuat Program Jaga Pelajar
Polres Metro Bekasi Kota dan 127 Kepala Sekolah Perkuat Program Jaga Pelajar/ Istimewa

Melalui pola tersebut, siswa diharapkan memiliki ruang untuk menyampaikan pengalaman, aspirasi, maupun persoalan yang membutuhkan perhatian sehingga dapat ditangani lebih awal.

Pendidikan dan Perlindungan Pelajar Jadi Perhatian

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Dr. Hj. Rina Parlina, S.IP., M.M., mengatakan pendidikan generasi muda membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Menurut dia, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan perlindungan anak.

“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar mutu akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan perlindungan terhadap anak. Sekolah, keluarga, dan kepolisian perlu bergerak beriringan agar proses pendidikan berlangsung secara utuh dan pelajar tidak terseret ke dalam perilaku yang mengarah pada pelanggaran hukum,” ujar Rina.

Ketua FKKS SMK Kota Bekasi Wawan Kuswandi, M.Pd., juga menilai perlindungan terhadap siswa membutuhkan keterlibatan bersama.

“Keamanan anak-anak merupakan tanggung jawab bersama. Ketika mereka berada di luar rumah dan sekolah, diperlukan kepedulian masyarakat serta keterlibatan kepolisian. Kehadiran Bapak Asuh memberi sekolah mitra yang dapat segera diajak bertindak ketika siswa membutuhkan bantuan,” tuturnya.

Polres Metro Bekasi Kota dan 127 Kepala Sekolah Perkuat Program Jaga Pelajar
Polres Metro Bekasi Kota dan 127 Kepala Sekolah Perkuat Program Jaga Pelajar/ Istimewa

Kapolres Bekasi Soroti Hoaks di Kalangan Pelajar

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana turut menyoroti pengaruh informasi digital terhadap pelajar.

Menurutnya, derasnya arus informasi membuat pelajar perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, terutama terkait hoaks, misinformasi, dan disinformasi.

“Hoaks, misinformasi, dan disinformasi dapat membentuk persepsi yang keliru, menggerakkan emosi, serta mendorong keputusan tanpa pemahaman yang utuh. Jika dibiarkan berkembang, informasi semacam itu dapat menjadi pemicu peristiwa yang berujung pada tragedi,” kata Putu Kholis.

Ia juga mengingatkan agar pelajar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu, termasuk digerakkan dalam aksi massa tanpa memahami tujuan maupun risikonya.

“Anak-anak tidak boleh dimobilisasi, dieksploitasi, apalagi dijadikan martir dalam suatu peristiwa. Keselamatan dan hak belajar mereka harus ditempatkan di atas kepentingan apa pun,” tegasnya.

Jaga Pelajar Tekankan Pencegahan

Putu Kholis mengatakan program Jaga Pelajar lebih diarahkan pada upaya pencegahan melalui pendampingan dan komunikasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, lingkungan yang aman dibutuhkan agar pelajar dapat menjalani proses pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan dan potensi mereka.

“Menjaga anak berarti menjaga masa depan bangsa. Kita ingin para pelajar tumbuh dengan rasa aman, mampu menyaring informasi secara kritis, memiliki ruang untuk berkarya, dan mempunyai arah yang jelas dalam meraih cita-cita,” pungkasnya.

Program tersebut selanjutnya akan melibatkan koordinasi antara personel kepolisian, pihak sekolah, guru BK, dan wali kelas untuk memantau serta merespons persoalan yang berkaitan dengan pelajar.

Berita Terkait

Iklan