Ponsel Wili Mbuik Dipakai KKB Video Call Keluarga Usai Ditembak Mati
LambeTurahNews - Ada kabar duka yang datang dari Papua Pegunungan pekan ini, tapi bagian paling menyayat justru muncul setelah korbannya sudah tidak bernyawa.
Wili Mbuik (26), ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya asal Rote Ndao, NTT, gugur dalam penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026) sore. Ia satu dari tiga pegawai yang tewas saat rombongan dinas pertanian dan peternakan diserang dalam perjalanan pulang dari Kampung Kimbim menuju Wamena.
Tapi cerita tidak berhenti di titik itu. Ponsel milik Wili, yang tadinya jadi cara ia menghubungi keluarganya di kampung halaman, justru dipakai pelaku untuk hal yang membuat publik geram.
Ponsel Korban Jadi Alat untuk Menghubungi Keluarganya Sendiri
Menurut keterangan keluarga, ponsel Wili masih aktif setelah penembakan dan digunakan untuk melakukan panggilan video ke kerabatnya, dua kali. Panggilan pertama ke keluarga di Rote Ndao, panggilan kedua ke keluarga di Kupang.
Dalam rekaman yang kemudian viral di media sosial, orang yang diduga pelaku terlihat tertawa sambil mengejek pihak keluarga, bahkan sempat menyinggung nama Presiden Prabowo Subianto di tengah percakapan. Ayah Wili, yang menerima panggilan itu, menjawab dengan tenang bahwa perbuatan tersebut kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.
Keluarga sempat meminta agar ponsel itu, yang katanya akan dikembalikan pelaku, cukup diserahkan kepada aparat TNI/Polri.
Lihat postingan di Instagram
Kenapa Detail Kecil Ini Justru yang Paling Diingat Publik
Penembakan terhadap aparat sipil bukan hal baru di wilayah pegunungan Papua. Tapi yang membuat kasus Wili berbeda adalah caranya berakhir: bukan sekadar berita duka, melainkan rekaman suara pelaku yang tertawa di ujung telepon keluarga korban.
Itu yang membuat publik, dari media sosial sampai portal berita nasional, ikut membagikan videonya. Bukan karena sensasi, tapi karena rekaman itu memperlihatkan sisi paling manusiawi sekaligus paling kejam dari sebuah tragedi, ketegaran satu keluarga yang berduka berhadapan langsung dengan pelaku yang justru meremehkan kehilangan mereka.
Dua korban lain dalam insiden ini, Aprida Rapi (49) dan Alfonsius Albinus Mehan (35), jenazahnya masih berada di Wamena. Sementara jenazah Wili sudah lebih dulu diberangkatkan menuju Kupang untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Polda Papua melalui Satgas Damai Cartenz kini memburu pelaku berdasarkan ciri-ciri yang terekam dalam video viral tersebut. Sementara itu, keluarga Wili di Rote Ndao masih menunggu proses pemakaman berlangsung, di tengah duka yang, menurut pengakuan mereka sendiri, terasa berlipat karena cara mereka menerima kabar kepergian anaknya.
Tag Terkait