Langsung ke konten
Lambe Turah Lambe Turah
News

Profil Ria Norsan, Gubernur Kalbar yang Emosi Hadapi Mahasiswa Soal Karhutla

Giostanovlatto
Profil Ria Norsan, Gubernur Kalbar yang Emosi Hadapi Mahasiswa Soal Karhutla

LambeTurahNews- Ketegangan di lapangan bisa terjadi begitu cepat, dan itulah yang dialami Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan ketika berhadapan langsung dengan mahasiswa yang memprotes penanganan karhutla di wilayahnya. Situasi yang awalnya sekadar aksi damai berubah jadi perdebatan terbuka bernada tinggi, dan videonya kini jadi perbincangan luas.

Insiden ini terjadi saat agenda kedatangan pejabat negara berlangsung di Kalimantan Barat. Mahasiswa yang tergabung dalam Federasi Organisasi Mahasiswa Daerah (FOMDA) Kalbar menghadang rombongan, mendesak kejelasan langkah negara dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan yang terus berulang setiap tahun di wilayah tersebut.

Di tengah aksi, Ria Norsan sempat menjelaskan alasan keterlambatan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang belum tiba di lokasi. Menurutnya, pesawat tidak bisa mendarat karena jarak pandang yang belum memadai.

"Pesawat tidak bisa turun, jarak pandangnya harus oke," ujar Ria Norsan.

Penjelasan itu ternyata tidak cukup meredakan kekecewaan mahasiswa. Salah satu peserta aksi bahkan menyuarakan kritik tajam soal pola kunjungan pejabat yang dinilai hanya seremonial tanpa hasil konkret.

"Ketika presiden datang ke sini foto-foto pulang tidak ada hasil, Pak. Itu yang lebih tidak senang ini, Pak," kata mahasiswa tersebut.

Lihat postingan di Instagram

Situasi kian memanas hingga Ria Norsan merespons dengan nada tinggi, sampai akhirnya petugas keamanan harus turun tangan memisahkan kedua pihak yang berhadapan.

Di luar momen panas ini, publik jadi penasaran dengan sosok di balik jabatan gubernur tersebut. Ria Norsan ternyata bukan wajah baru di dunia pemerintahan daerah. Sebelum menjabat gubernur, ia memimpin Kabupaten Mempawah sebagai bupati selama dua periode berturut-turut, 2009-2018, lalu mendampingi Gubernur Kalimantan Barat sebagai wakil gubernur pada 2018-2023.

Menariknya, jejak karier di pemerintahan ini juga mengalir ke keluarganya. Sang istri tercatat pernah menjabat Bupati Mempawah selama dua periode dan kembali terpilih untuk periode 2025-2030, membuat keduanya sama-sama punya rekam jejak panjang di birokrasi Kalimantan Barat.

Soal pendidikan, Ria Norsan menempuh jenjang SD dan SMP di Mempawah, lalu melanjutkan ke STM Negeri 2 Pontianak sebelum akhirnya menempuh pendidikan tinggi di Universitas Tanjungpura dan Universitas Tarumanegara.

Sementara itu, mahasiswa yang menggelar aksi menegaskan perjuangan mereka tidak berhenti di jalanan. Koordinator lapangan FOMDA Kalbar, Syarif Falmu, menyebut mereka juga terlibat langsung sebagai relawan pemadaman karhutla dan membuka posko bantuan bagi masyarakat terdampak di sejumlah titik, termasuk Kubu Raya dan Bundaran Digulis, Pontianak.

Mereka juga mendesak pemerintah pusat menetapkan karhutla di Kalimantan Barat sebagai bencana nasional, sekaligus meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap perusahaan pemegang konsesi lahan yang terbukti terlibat pembakaran. Sampai sekarang, belum ada pernyataan lanjutan dari pihak Pemprov Kalbar soal insiden ini maupun langkah konkret yang dijanjikan kepada mahasiswa.

Berita Terkait