Pablo Benua Bongkar Bantahan Pihak RDS: Bantah Terima Rp50 Ribu AUD hingga Tantang Tunjukkan Bukti Transfer ke Pria Lain
LambeTurahNews – Kuasa hukum Lanny Mariska, Pablo Benua, memberikan bantahan terhadap sejumlah pernyataan yang sebelumnya disampaikan kuasa hukum suami Lani, RDS, dalam konferensi pers.
Pablo menyebut pihaknya perlu memberikan penjelasan karena sejumlah pernyataan yang disampaikan ke publik dinilai tidak sesuai dengan fakta dan bukti yang mereka miliki.
Menurut Pablo, salah satu hal yang dibantah berkaitan dengan kondisi kehidupan Lanny selama berada di Australia serta klaim mengenai pemberian uang sebesar 50.000 dolar Australia setiap bulan.
Pablo mengatakan data yang dimilikinya justru menunjukkan pengeluaran Lani mencapai sekitar 62.700 dolar Australia.
“Kalau pihak sebelah mengatakan pengeluaran sekitar 40.000 dolar Australia, itu keliru. Data pengeluaran Laniny dari Australia senilai 62.700 dolar Australia,” ujar Pablo.
Ia juga membantah klaim bahwa Lanny menerima 50.000 dolar Australia setiap bulan. Menurutnya, jumlah yang diterima Lani dari RDS hanya sekitar 28.000 dolar Australia.
“Tidak ada 50.000 dolar Australia yang diberikan. Nilainya 28.000 dolar Australia,” katanya.
Pablo Benua Tunjukkan Bukti Utang Piutang
Pablo juga membantah pernyataan yang menyebut tidak ada hubungan utang piutang antara Lani dengan sejumlah pihak.
Dalam konferensi pers tersebut, ia menunjukkan sejumlah dokumen, termasuk perjanjian utang yang dibuat pada Desember 2020.
Menurut Pablo, terdapat perjanjian pinjaman antara Lani dan salah satu pihak senilai ratusan juta rupiah. Ia juga menyebut terdapat akta perdamaian yang telah ditetapkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Pablo menegaskan dokumen tersebut menjadi dasar bahwa persoalan yang dipermasalahkan berkaitan dengan utang piutang.
“Ini sudah ada penetapan atau putusan pengadilannya yang menyatakan bahwa ini adalah peristiwa utang piutang,” ujarnya.
Bantah Uang Perusahaan Digunakan untuk Membiayai Pria Lain
Pablo kemudian membantah tuduhan bahwa Lani menggunakan uang pinjaman untuk membiayai pria lain.
Ia menjelaskan terdapat transaksi senilai Rp184 juta dari sebuah perusahaan pada 7 Juli 2020. Namun, menurut Pablo, uang tersebut pada hari yang sama telah dikembalikan seluruhnya melalui beberapa kali transfer.
“Rp184 juta hanya satu kali. Pada hari yang sama uang tersebut sudah dikembalikan Rp80 juta, Rp80 juta dan Rp24 juta. Totalnya Rp184 juta,” kata Pablo.
Pablo juga menyebut transaksi lainnya dilakukan melalui rekening pribadi dan digunakan untuk membayar sejumlah pihak yang disebut memiliki hubungan utang piutang dengan Lani.
Ia kemudian memberikan tantangan kepada RDS dan kuasa hukumnya untuk menunjukkan bukti transfer yang membuktikan Lani memberikan uang kepada pria lain.
“Enggak usah banyak-banyak, Rp1.000 saja. Tunjukkan satu bukti transfer kepada dua pria yang dimaksud,” ujar Pablo.
Tag Terkait