Langsung ke konten
Lambe Turah
Entertainment

Ruben Onsu Genap 43 Tahun, Ini Satu Hal yang Kini Lebih Berarti dari Kado

Giostanovlatto
Ruben Onsu Genap 43 Tahun, Ini Satu Hal yang Kini Lebih Berarti dari Kado

LambeTurahNews - Kalau ditanya apa yang paling dicari orang saat ulang tahun, jawabannya biasanya kado. Tapi tidak untuk Ruben Onsu tahun ini.

Presenter kondang itu resmi genap berusia 43 tahun pada 15 Agustus lalu. Saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026), Ruben membagikan cara pandangnya yang justru terasa lebih tenang dari biasanya.

Bukan Lagi Soal Merayakan, Tapi Bersyukur

"Ya senang, memaknainya lebih banyak bersyukur," ujar Ruben. Ia mengaku di usia 43 tahun ini, ada banyak hal yang harus mulai dipikirkan untuk ke depan.

Kalimat sederhana itu sebenarnya menyimpan pergeseran yang cukup jelas. Ulang tahun bukan lagi soal seberapa meriah perayaannya, tapi soal seberapa dalam maknanya.

Ruben pun menitipkan harapan yang terdengar sederhana, tapi jujur. "Harapannya ya, mudah-mudahan terus diberikan kesehatan, diberikan kebahagiaan," katanya. Semua doa dan ucapan baik yang datang, menurutnya, cukup diaminkan saja.

Kado Fisik Bukan Lagi Prioritas

Menariknya, soal hadiah, Ruben justru punya pandangan yang mungkin bisa jadi renungan banyak orang. Di usia segini, katanya, ia sudah tidak lagi berharap banyak soal kado.

"Udah seneng aja gitu, di usia 43 tahun mereka masih terus ada bersama kita terus," ungkapnya.

Kalimat itu terdengar ringan, tapi sebenarnya menyentuh satu hal yang sering terlupakan. Semakin bertambah usia, kehadiran orang-orang terdekat justru jadi hadiah yang paling sulit digantikan apa pun.

Ulang Tahun yang Diisi dengan Obrolan, Bukan Pesta

Yang membuat momen ini terasa berbeda, Ruben menghabiskan waktunya dengan cara yang cukup personal, mengobrol dan berdiskusi bersama anaknya, Betrand Peto, atau yang akrab disapa Onyo.

Ruben menyebut, bertambahnya usia dirinya sekaligus juga menandai Onyo yang kian dewasa. Keduanya pun semakin sering menghabiskan waktu untuk saling merenung.

"Jadi digunakan waktu untuk introspeksi, merenung apa nih yang baik untuk ke depannya," jelas Ruben.

Usia Bertambah, Cara Memaknainya Juga Berubah

Dari cerita Ruben, ada satu hal yang terasa jelas. Semakin bertambah usia, kebahagiaan tidak lagi diukur dari seberapa besar perayaannya, tapi dari seberapa hangat kebersamaan yang masih tersisa.

Di usia 43 tahun ini, Ruben tampaknya sudah menemukan itu, lewat obrolan sederhana dengan anaknya, dan rasa syukur yang jauh lebih tenang dari sekadar tiup lilin.

Berita Terkait