Langsung ke konten
Lambe Turah Lambe Turah
Entertainment

Sara Wijayanto Sengaja Tato "Tokoh Jahat" di Lengannya, Ini Alasan Mengejutkannya

Giostanovlatto
Sara Wijayanto Sengaja Tato "Tokoh Jahat" di Lengannya, Ini Alasan Mengejutkannya

LambeTurahNews - Kalau kebanyakan orang menghindari sosok Rahwana karena identik dengan kejahatan, Sara Wijayanto justru memilih mengabadikannya di kulitnya sendiri. Bukan sembarangan, ada cerita panjang di balik pilihan ini.

Aktris sekaligus YouTuber yang dikenal dekat dengan dunia spiritual ini menambah koleksi tatonya dengan motif Rahwana, tokoh pewayangan Jawa, tepat di atas siku lengan kanannya.

Rahwana Bukan Simbol Jahat, Tapi Pengingat Dualitas Manusia

Lewat caption panjang di unggahan media sosialnya, Sara menjelaskan alasan di balik pemilihan motif ini. Baginya, Rahwana bukan sekadar karakter antagonis dalam cerita wayang, melainkan representasi kekuatan yang hidup dalam diri setiap manusia.

Ia menggambarkan Rahwana sebagai sosok yang hidup di antara kekuasaan dan kehancuran, cinta dan obsesi, dua sisi yang menurutnya selalu berdampingan dalam diri manusia, bukan cuma dalam cerita, tapi juga dalam kehidupan nyata.

Yang menarik, sepuluh kepala yang identik dengan Rahwana pun dimaknai Sara secara berbeda dari kebanyakan orang. Alih-alih melambangkan kejahatan, ia melihatnya sebagai gambaran pikiran yang tak pernah beristirahat dan hasrat yang enggan diam, sesuatu yang sebenarnya dialami banyak orang tanpa mereka sadari.

Lihat postingan di Instagram

Renungan Sara Soal Cinta yang Intens Sampai Membara

Bagian yang cukup personal dari penjelasan Sara adalah soal makna cinta di balik tato ini. Menurutnya, Rahwana jadi pengingat bahwa cinta bisa terasa begitu dalam hingga seperti takdir, bahkan berubah intens seperti api yang membara.

Sara meyakini, tidak semua hal diciptakan untuk dimiliki atau dipahami sepenuhnya. Ada hal-hal yang memang hanya perlu dirasakan, bukan dikejar sampai tuntas.

Ia juga merenungkan sesuatu yang cukup dalam, bahwa tidak semua sosok yang hadir dalam hidup seseorang bertujuan untuk menetap selamanya. Kadang, kehadiran seseorang justru berfungsi membangunkan sesuatu dalam diri yang tak pernah bisa benar-benar dibungkam.

Bukan Merangkul Kegelapan, Tapi Belajar Mengendalikannya

Di sinilah letak insight paling penting dari cerita Sara. Ia menegaskan, tato ini bukan berarti dirinya merangkul sisi gelap dalam dirinya.

Sebaliknya, ini soal mengakui adanya kegelapan dalam diri, memahaminya, lalu memilih untuk tidak membiarkan kegelapan itu menguasai dirinya. Sebuah pendekatan yang cukup matang untuk memaknai simbol yang biasanya dipandang negatif oleh kebanyakan orang.

"Cinta yang paling dalam pun tak seharusnya membuat kita kehilangan diri sendiri," tulis Sara, menutup penjelasannya soal makna tato barunya.

Kalau dipikir-pikir, cerita di balik tato Sara ini jadi pengingat menarik bagi siapa pun. Kadang simbol yang terlihat gelap justru menyimpan pelajaran paling dalam, soal bagaimana seseorang belajar mengenali dan mengendalikan sisi dirinya yang jarang ditunjukkan ke dunia luar.

Berita Terkait