Lambe Turah Lambe Turah
News

20 Ribu Peserta Padati Apel Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat, Libatkan TNI-Polri hingga Elemen Masyarakat

Gugi Guntara & Fip
20 Ribu Peserta Padati Apel Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat, Libatkan TNI-Polri hingga Elemen Masyarakat

LambeTurahNews - Sekitar 20 ribu peserta memadati Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (14/8/2026), dalam Apel Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat (Jawara).

Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta membangun kepedulian bersama terhadap Jawa Barat.

Puluhan ribu peserta yang hadir tidak hanya berasal dari unsur kepolisian. Jajaran Polda Jawa Barat hingga Polsek turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Dari unsur TNI, peserta berasal dari jajaran komando daerah militer hingga Koramil di berbagai wilayah Jawa Barat.

Kekuatan peserta juga datang dari kelompok masyarakat dan pekerja. Di antaranya pengemudi ojek online (ojol), organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi buruh, satuan pengamanan (satpam), KBPP Polri, Banser, hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Keterlibatan berbagai kelompok tersebut memperlihatkan bahwa semangat Jaga Rawat Jawa Barat tidak hanya menjadi agenda institusi keamanan.

Gerakan ini menempatkan keamanan dan ketertiban sebagai tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, aparat, komunitas, pekerja, serta masyarakat.

Apel Kebangsaan Jawara juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antarelemen.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas keamanan sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi aktivitas masyarakat.

Gerakan Jaga Rawat Jawa Barat sebelumnya diluncurkan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto pada Juli 2026.

Gerakan tersebut merupakan implementasi dan penguatan Transformasi Polri Presisi di tingkat kewilayahan dengan membangun ekosistem keamanan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Jaga Rawat Jawa Barat mengusung empat prinsip utama, yakni adaptif, responsif, kolaboratif, dan solutif.

Keempat prinsip tersebut menjadi landasan jajaran kepolisian dalam menghadapi dinamika keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Prinsip adaptif mendorong aparat dan seluruh pemangku kepentingan untuk mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan situasi.

Sementara responsif menekankan kecepatan dalam membaca dan menangani persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Adapun prinsip kolaboratif diwujudkan melalui penguatan kerja sama antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga kelompok masyarakat.

Sedangkan prinsip solutif diarahkan agar setiap persoalan tidak berhenti pada penanganan, tetapi menghasilkan solusi yang dapat dirasakan masyarakat.

Konsep tersebut juga telah diterapkan di berbagai wilayah Jawa Barat. Salah satunya melalui patroli gabungan TNI-Polri yang mengedepankan pencegahan gangguan keamanan, termasuk kejahatan jalanan, premanisme, dan gangguan kamtibmas lainnya.

Selain sektor keamanan, semangat Jaga Rawat Jawa Barat juga diarahkan pada pelayanan publik dan kepedulian sosial. Jajaran kepolisian mendorong pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat serta kolaborasi lintas sektor dalam mendukung berbagai kebutuhan warga.

Program tersebut juga menyentuh bidang pendidikan, kesehatan, serta dukungan terhadap program pemerintah.

Polri menempatkan kolaborasi dengan berbagai pihak sebagai bagian penting untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mendukung peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Melalui Apel Kebangsaan Jaga Rawat Jawa Barat, semangat tersebut kembali ditegaskan dalam skala yang lebih luas.

Kehadiran sekitar 20 ribu peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah, pekerja, komunitas, organisasi masyarakat, dan elemen warga menjadi simbol bahwa menjaga Jawa Barat membutuhkan peran bersama.

Dengan semangat Jaga dan Rawat Jawa Barat, kolaborasi antarelemen diharapkan tidak berhenti pada apel.

Sinergi tersebut diharapkan terus berjalan dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian terhadap lingkungan, menjaga ketertiban, memperkuat persatuan, serta bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

Berita Terkait