Pemkab Wonosobo Buka Suara soal Festival Balon Bergambar Prabowo, Ternyata Bukan Agenda Resmi Hari Jadi
LambeTurahNews - Pemerintah Kabupaten Wonosobo angkat bicara terkait festival balon udara yang menuai sorotan publik karena menampilkan gambar Presiden Prabowo Subianto hingga sejumlah program pemerintah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Wonosobo One Andang Wardoyo menegaskan, kegiatan penerbangan balon tersebut merupakan agenda komunitas eksternal dan terpisah dari rangkaian resmi Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo.
Saat dikonfirmasi pada Rabu (12/8/2026), Andang menjelaskan kegiatan tersebut diinisiasi Yayasan Jatubu atau Jaringan Turangga Seta Nusantara.
Menurut Andang, pelaksanaan kegiatan yang berdekatan dengan agenda panggung utama Pemkab Wonosobo terjadi karena adanya penyesuaian jadwal. Awalnya, panitia Hari Jadi Wonosobo menjadwalkan puncak acara pada 1 Agustus bersama Jatubu.
Namun, pihak Jatubu kemudian menggeser agenda penerbangan balon ke 8 Agustus. Pada saat yang sama, Pemkab juga melakukan penyesuaian jadwal panggung utama karena mempertimbangkan ketersediaan artis.
"Awalnya panitia Hari Jadi menetapkan puncak acara tanggal 1 bersama dengan Jatubu. Akhirnya, Jatubu menggeser kegiatannya ke tanggal 8, tapi karena menyesuaikan ketersediaan artis, acara Pemkab juga kita undur di tanggal tersebut," jelas Andang.
Pemkab Wonosobo, kata dia, sempat melakukan koordinasi agar kedua kegiatan tidak saling berbenturan. Namun, pihak yayasan sudah terikat kontrak dan melakukan pemesanan sebelumnya.
"Kami sempat berkoordinasi agar jadwal tidak bentrok, tetapi karena pihak yayasan sudah terikat kontrak dan booking, akhirnya disepakati penataan di lapangan disesuaikan agar kedua kegiatan bisa berjalan tanpa mengganggu satu sama lain," lanjutnya.
Pemkab Pastikan Perizinan Penerbangan Balon
Selain persoalan jadwal, Pemkab Wonosobo juga menyoroti aspek keselamatan penerbangan balon udara. Pemerintah daerah memfasilitasi panitia penyelenggara bersama komunitas balon udara lokal untuk melengkapi dokumen perizinan.
Proses tersebut dilakukan melalui Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia).
Setelah persyaratan terpenuhi, rekomendasi resmi untuk pelaksanaan penerbangan balon berhasil diterbitkan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan penerbangan balon berlangsung dengan memperhatikan aspek keselamatan dan ketentuan penerbangan yang berlaku.
Di sisi lain, sorotan publik tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan festival. Netizen juga ramai membahas motif dan pesan visual yang terdapat pada sejumlah balon.
Beberapa balon menampilkan gambar Presiden Prabowo Subianto. Ada pula balon yang membawa tema Koperasi Desa Merah Putih serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kemunculan berbagai pesan tersebut kemudian memicu perdebatan di media sosial. Sebagian masyarakat menilai tradisi balon udara Wonosobo seharusnya lebih menonjolkan aspek budaya dan kreativitas seniman lokal.
Tag Terkait