Lambe Turah Lambe Turah
News

Bali Menyumbang Devisa Terbesar, Tapi Diperlakukan Seperti Anak Tiri Republik Ini ?

Giostanovlatto
Bali Menyumbang Devisa Terbesar, Tapi Diperlakukan Seperti Anak Tiri Republik Ini ?

Ketika Pulau Kecil Ini Harus Bersaing dengan Negara

Bagian paling menohok dari pernyataan Yoga bukan soal anggaran, tapi soal skala perbandingan yang dipaksakan kepada Bali. Ia membandingkan posisi Bali dengan Vietnam dan Thailand, dua negara yang bersaing di industri pariwisata yang sama.

Yang membuat perbandingan ini pincang sejak awal, Vietnam dan Thailand adalah negara, dengan seluruh perangkat negara di belakangnya. Bali hanyalah sebuah pulau, bagian kecil dari sebuah negara besar bernama Indonesia.

"Kadang kami miris," kata Yoga. Bali dipaksa bersaing setingkat negara, tapi hanya dibekali sumber daya setingkat daerah.

Sementara itu Vietnam dan Thailand punya support penuh dari negaranya masing-masing, dari kebijakan visa, subsidi promosi, sampai pembangunan infrastruktur yang terencana dan berkelanjutan. Bali harus berjuang sendirian, sembari tetap dituntut menjadi wajah pariwisata Indonesia di mata dunia.

Permintaan yang Sebenarnya Sangat Sederhana

Yoga tidak meminta sesuatu yang muluk. Ia hanya meminta agar kebutuhan riil Bali didengar, bukan didikte dari Jakarta.

"Bantu kami dalam menyesuaikan PR-PR kita," katanya. Bagaimana mengurus pesisir pantai yang kondisinya sedang tidak baik-baik saja, dan apa yang bisa dilakukan negara untuk itu.

Ia juga menyoroti pola lama yang menurutnya harus dihentikan. Banyak ide justru datang dari pusat, padahal urgensinya bagi Bali belum tentu ada, sementara urgensi yang benar-benar dirasakan Bali justru tidak mendapat perhatian yang setara.

"Kita merasa bahwa kita ditinggal terkait dengan hal-hal yang seperti itu," ujarnya. Padahal, tanggung jawab yang dipikul Bali sebagai lokomotif pariwisata nasional jauh lebih besar dari yang terlihat.

Ketika Devisa Besar Tidak Berbanding Lurus dengan Perhatian

Wawancara ini pada akhirnya membuka satu pertanyaan yang lebih besar dari sekadar Bali. Jika sebuah wilayah menjadi tulang punggung devisa negara, tapi terus menerus diperlakukan sebagai objek pembangunan, apa yang sebenarnya sedang dibangun negara ini?

Bali bukan meminta perlakuan istimewa. Bali hanya meminta agar kontribusinya dibalas dengan cara yang setara, bukan sekadar dipuji ketika angka kunjungan wisatawan naik, lalu dilupakan ketika pesisirnya rusak dan sampahnya menumpuk.

Berita Terkait