Tsunami di Enam Titik NTT dan Sulawesi Usai Gempa M7, BMKG Nyatakan Peringatan Berakhir
LambeTurahNews - Gempa magnitudo 7 yang mengguncang Nagekeo pagi tadi ternyata benar-benar memicu tsunami, bukan cuma di satu titik, tapi menyebar ke sembilan wilayah berbeda di NTT dan Sulawesi.
Sembilan Titik, Ketinggian yang Berbeda-Beda
BMKG mencatat gelombang tsunami muncul di berbagai lokasi dalam rentang waktu yang berdekatan, hanya belasan menit setelah gempa terjadi pukul 04.58 WIB. Episenter gempa berada 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.
Di Sikka, tsunami tercatat pukul 05.03 WIB dengan ketinggian 0,19 meter. Menyusul kemudian Kawapante pada 05.16 WIB dengan 0,38 meter, Flores Timur pada 05.24 WIB dengan 0,25 meter, dan Maurole pada 05.27 WIB yang justru mencatat gelombang paling tinggi, mencapai 0,94 meter.
Labuan Bajo turut terdampak dengan gelombang 0,36 meter pada pukul 05.26 WIB, disusul Dompu 0,17 meter pada 05.29 WIB, dan Bakalang 0,14 meter pada 05.41 WIB.
Yang menarik, gelombang tertinggi justru bukan berasal dari titik yang paling dekat dengan episenter. Maurole mencatat ketinggian hampir satu meter, jauh melampaui Labuan Bajo yang jaraknya juga tidak terlalu jauh dari pusat gempa. Ini menunjukkan bahwa arah dan kontur dasar laut ikut menentukan seberapa besar dampak gelombang di tiap lokasi, bukan semata jarak dari episenter.
Dari NTT Menjalar ke Sulawesi
Dampak gempa ini juga terasa melampaui batas provinsi. Baubau di Sulawesi Tenggara mencatat gelombang 0,30 meter pada pukul 05.47 WIB, sementara Bulukumba di Sulawesi Selatan mencatat gelombang lebih tinggi, 0,54 meter, pada pukul 05.58 WIB.
Fakta ini menegaskan skala gempa M7 memang cukup besar untuk mengirim gelombang hingga ratusan kilometer dari titik gempa, melewati perairan Selat dan Laut Flores hingga menyentuh pesisir Sulawesi.
Peringatan Resmi Dicabut
Setelah memantau perkembangan di seluruh titik terdampak, BMKG akhirnya menyatakan peringatan dini tsunami ini resmi berakhir.
"Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag:7, tanggal: 15-Aug-26 04:58:24 WIB, dinyatakan telah berakhir," tulis BMKG melalui akun X resminya.
Meski status peringatan sudah dicabut, warga di wilayah pesisir NTT dan Sulawesi yang sempat terdampak tetap disarankan memantau informasi resmi BMKG, mengingat gempa susulan masih mungkin terjadi pascagempa utama sebesar ini.
Tag Terkait