Lambe Turah Lambe Turah
Lifestyle

Jokowi Kenakan Payas Madya Bali di Upacara HUT ke-81 RI, Ini Maknanya

Giostanovlatto
Jokowi Kenakan Payas Madya Bali di Upacara HUT ke-81 RI, Ini Maknanya

LambeTurahNews - Setiap kali pejabat negara tampil dengan busana daerah di acara kenegaraan, biasanya ada cerita menarik di balik pilihan pakaian itu.

Kali ini giliran Presiden ke-7 Joko Widodo yang mencuri perhatian. Dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Jokowi tampil mengenakan busana adat Bali, tepatnya payas madya, lengkap dengan detail yang ternyata penuh makna tersendiri.

Detail Busana yang Tidak Sekadar Formalitas

Kalau diperhatikan lebih dekat, penampilan Jokowi kali ini bukan sekadar mengenakan busana adat asal jadi.

Ia terlihat mengenakan udeng berwarna ungu, dilengkapi hiasan menyerupai bunga mawar berwarna emas di bagian tengah. Untuk atasan, Jokowi memilih baju safari hitam berlengan panjang dengan kancing hitam keemasan, ditambah pin kecil berbentuk keris di bagian dada kiri.

Bagian kampuh atau saput yang dikenakannya menyerupai kain songket Bali, dengan motif dan warna beragam, biru, oranye, hijau, dan merah muda, di atas latar cokelat tua. Di bagian dalam, ia mengenakan kamen berwarna cokelat muda, dipadukan sepatu selop hitam polos sebagai sentuhan akhir.

Menariknya, aturan soal busana adat Bali ini sebenarnya sudah diatur cukup rinci. Berdasarkan Pergub Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali, unsur busana adat Bali untuk laki-laki setidaknya harus terdiri dari destar atau udeng, baju, kampuh, selendang, dan kamen, semua elemen yang tampak lengkap dikenakan Jokowi hari itu.

Jokowi busana adat Bali payas madya

Bukan Cuma Satu Jenis, Ini Tiga Tingkatan Busana Adat Bali

Yang menarik, busana adat Bali sebenarnya punya tingkatan tersendiri, masing-masing dengan fungsi dan konteks pemakaian yang berbeda.

Tingkatan paling mewah disebut Payas Agung. Dulunya busana ini khusus dikenakan kalangan brahmana, ksatriya, dan waisya, namun kini lebih dikenal sebagai pakaian pengantin dalam upacara pernikahan adat Bali. Warnanya cerah dan detailnya rumit, mencerminkan kebahagiaan dan kemewahan. Bahkan, tiap daerah di Bali punya kekhasan tersendiri, seperti perbedaan gaya Payas Agung Buleleng dengan Payas Agung Karangasem, meski tetap mengikuti pakem yang sama.

Di tingkat menengah, ada Payas Madya, jenis yang dikenakan Jokowi dalam upacara kali ini. Busana ini biasa dipakai masyarakat Bali saat mengikuti upacara adat maupun keagamaan, mulai dari hari raya umat Hindu, upacara kremasi, sampai sembahyang ke pura. Tidak terlalu mewah, tapi juga tidak sesederhana busana harian.

Tingkatan paling sederhana disebut Payas Alit atau Payas Nista, busana yang biasa dipakai untuk kegiatan sehari-hari, termasuk persembahyangan harian di pura. Untuk perempuan, biasanya cukup mengenakan kebaya dan songket, sementara laki-laki cukup dengan kemeja putih dilengkapi kamen dan udeng.

Kenapa Pilihan Busana Ini Layak Diperhatikan

Di balik penampilan yang terlihat sederhana ini, ada pesan yang cukup jelas tersampaikan.

Pemilihan payas madya oleh Jokowi menunjukkan kesesuaian antara tingkat formalitas busana dengan konteks acara kenegaraan yang dihadirinya. Bukan busana paling mewah, tapi juga bukan busana harian biasa, melainkan pilihan yang pas untuk momen sekelas peringatan kemerdekaan.

Momen ini sekaligus jadi pengingat menarik bahwa busana adat Bali bukan sekadar identitas visual, tapi punya sistem tingkatan dan makna yang telah diwariskan turun-temurun, dan tetap relevan dikenakan bahkan di panggung nasional sekalipun.

Berita Terkait