Langsung ke konten
Lambe Turah Lambe Turah
News

Mensos Buka-bukaan soal Koreksi Data Desil, Sekarang Bisa Lapor Langsung Lewat WA!

Arjuna
Mensos Buka-bukaan soal Koreksi Data Desil, Sekarang Bisa Lapor Langsung Lewat WA!

LambeTurahNews - Ada kabar penting nih buat kalian yang ngerasa data desilnya nggak sesuai sama kondisi sebenarnya. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, atau yang lebih akrab disapa Gus Ipul, baru aja ngumumin kalau pemerintah sekarang buka kesempatan buat masyarakat ngajuin pemutakhiran data. Jadi buat yang kena inclusion error (dapet bantuan padahal sebenarnya nggak layak) atau exclusion error (harusnya layak, tapi malah nggak kedaftar), sekarang udah ada jalan keluarnya.

"Jadi kami mohon masyarakat ya, kalau misalnya menemukan penerima manfaat atau masyarakat yang tidak layak menerima atau masyarakat yang memang sesungguhnya layak menerima tapi malah dia exclude, itu bisa kita perbaiki segera," kata Gus Ipul, Selasa (1/9/2026).

Muncul Usai Rapat Bareng Komisi VIII DPR RI

Statement ini keluar setelah Gus Ipul menghadiri Rapat Kerja bareng Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8) malam. Di situ, dia jelasin kalau sebenarnya masyarakat udah punya banyak banget opsi buat benerin data yang salah.

Banyak Jalur Buat Lapor, Tinggal Pilih Aja

Menurut Gus Ipul, ada dua jalur utama nih. Yang pertama jalur formal, mulai dari musyawarah RT/RW, lanjut ke kelurahan/desa, terus diteruskan ke Dinsos pakai aplikasi SIKS-NG. Yang kedua jalur partisipatif, alias yang lebih gampang diakses masyarakat umum lewat aplikasi Cek Bansos, Call Center, atau WhatsApp Center.

"Salurannya kita buka lewat WA, kita buka lewat command center, kita buka lewat aplikasi Cek Bansos, kita buka lewat desa-desa dengan aplikasi SIKS-NG, di sana ada operator data desa, dan sekarang ada sekali lagi digitalisasi Bansos," jelasnya.

Intinya, semua saluran ini jadi bukti kalau pemerintah pengen lebih transparan, nggak nutup-nutupin data, dan malah ngajak masyarakat buat sama-sama ikut benerin data yang salah.

Gus Ipul Kasih Apresiasi Buat yang Udah Aktif Lapor

Nggak cuma buka saluran doang, Gus Ipul juga ngasih apresiasi khusus buat masyarakat yang selama ini udah aktif nyampein keluhan dan ikut berpartisipasi dalam proses pemutakhiran data.

"Jadi itu tentu kita apresiasi dan kita buka untuk dilakukan pemutakhiran, Insya Allah data kita akan makin akurat," ujarnya.

Dia juga bilang, proses pemutakhiran ini emang harus terus jalan, soalnya kondisi masyarakat kan dinamis banget. Tiap hari pasti ada aja yang meninggal, lahir, pindah rumah, nikah, atau bahkan status ekonominya berubah, entah itu naik atau turun kelas.

"Ini (pemutakhiran) penting, karena data menjadi penentu apakah program kita tepat sasaran, program kita sampai kepada mereka yang berhak," tambahnya.

Soal Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)

Buat yang belum tau, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) ini sekarang dikelola langsung sama Badan Pusat Statistik (BPS). Kementerian Sosial (Kemensos) bareng pemerintah daerah juga ikut bantu proses pemutakhiran data lewat saluran-saluran yang udah disebutin tadi.

"Prinsip yang pertama bahwa pemerintah ingin terbuka. Pemerintah di bawah arahan Bapak Presiden Prabowo ingin melibatkan seluruh masyarakat agar kita memperoleh data yang akurat. Nah dengan adanya pengelola tunggal data ini, yaitu BPS, ini memudahkan kita untuk konsolidasi," pungkas Gus Ipul.

Berita Terkait