Lambe Turah Lambe Turah
News

Potensi Emas di NTB Disebut Bisa Lampaui Freeport, Proyek Hu’u Jadi Sorotan

Arjuna & Fip
Potensi Emas di NTB Disebut Bisa Lampaui Freeport, Proyek Hu’u Jadi Sorotan

Hilirisasi Jadi Tantangan Indonesia

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Todotua Pasaribu menilai tantangan Indonesia bukan hanya terletak pada besarnya sumber daya alam, tetapi juga kemampuan mengubah kekayaan tersebut menjadi nilai tambah.

“Hampir semua diversifikasi sumber daya kita ada. Kita punya gas, minyak, sektor maritim, agrikultur, dan kekuatan cadangan yang sangat mumpuni. Tetapi persoalannya adalah bagaimana kita bisa menciptakan nilai yang lebih besar terhadap sumber daya alam yang kita miliki,” kata Todotua.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin juga menilai emas perlu mendapat perhatian khusus karena berkaitan dengan kedaulatan sumber daya, ketahanan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Maroef, salah satu persoalan yang perlu segera ditangani adalah belum terintegrasinya sistem keterlacakan atau traceability produksi pertambangan rakyat.

Kondisi tersebut membuat sebagian emas sulit masuk ke rantai pasok formal maupun fasilitas pemurnian yang memenuhi standar internasional.

“Sebagai komoditas strategis, emas perlu ditempatkan sebagai prioritas utama dalam penguatan tata kelola mineral nasional,” ujar Maroef.

MIND ID mendorong formalisasi pertambangan rakyat melalui IPR, pembinaan teknis, dan harmonisasi regulasi. Selain itu, diperlukan lembaga agregator berbadan hukum untuk memastikan asal-usul emas sebelum masuk ke rantai pasok resmi.

BUMN juga dapat berperan sebagai pembina teknis sekaligus pembeli siaga atau off-taker. Dengan demikian, produksi pertambangan rakyat dapat terserap melalui jalur resmi dan memenuhi standar yang ditentukan.

Maroef turut menyoroti produksi tambang emas Antam yang disebut baru sekitar 743 kilogram atau setara 0,83 persen dari total produksi nasional. Menurutnya, penguatan Antam tidak hanya perlu dilakukan melalui peningkatan produksi tambang, tetapi juga dengan memperkuat peran di sektor hilir serta penyerapan emas domestik.

“Peningkatan pasokan ini akan menunjang produktivitas hilirisasi komoditas tambang sehingga dapat diserap pasar secara maksimal,” kata Maroef.

Potensi Proyek Hu’u dan besarnya sumber daya emas Indonesia menunjukkan peluang besar bagi sektor pertambangan nasional. Namun, eksplorasi perlu berjalan beriringan dengan legalisasi pertambangan rakyat, penguatan teknologi, keterlacakan produksi, serta pembangunan industri pengolahan dan hilirisasi.

Dengan tata kelola yang lebih terintegrasi, kekayaan emas Indonesia diharapkan tidak hanya menghasilkan komoditas mentah, tetapi juga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Berita Terkait