Lambe Turah Lambe Turah
News

Tembok Roboh, Plafon Jebol, Ini Kondisi Hotel Bintang 4 di Labuan Bajo Usai Gempa

Giostanovlatto
Tembok Roboh, Plafon Jebol, Ini Kondisi Hotel Bintang 4 di Labuan Bajo Usai Gempa

LambeTurahBali - Kalau gempa M7,7 pagi ini sudah menghancurkan gedung pelabuhan dan merenggut nyawa di beberapa titik NTT, kerusakannya ternyata juga menyentuh sektor yang jadi jantung pariwisata Labuan Bajo: perhotelan.

Hotel Jayakarta Alami Kerusakan Parah

Salah satu hotel bintang empat yang paling terdampak adalah Hotel Jayakarta di Jalan Pantai Pede, Labuan Bajo. Tembok bagian depan hotel tersebut terlihat rusak dengan sebagian dinding roboh, menyisakan puing-puing batu bata berserakan di sekitarnya. Plafon di lantai satu hotel juga dilaporkan jebol.

Kondisi di lantai-lantai lain hotel ini sendiri belum diketahui secara pasti, karena proses pemeriksaan struktur bangunan masih berlangsung. Yang jelas, tamu-tamu yang menginap di sana, sebagian besar wisatawan mancanegara, sudah lebih dulu meninggalkan hotel begitu guncangan terasa.

"Guncangannya keras sekali," ujar salah satu tamu hotel.

Bukan Cuma Satu Hotel yang Terdampak

Kepanikan serupa juga terjadi di Hotel Zasgo Labuan Bajo. Ratusan wisatawan domestik dan mancanegara terlihat berhamburan keluar dari bangunan, bahkan sebagian sampai berlari menjauh demi mencari tempat yang lebih aman.

Di sinilah letak konteks yang sering hilang dari pemberitaan bencana: dampak gempa besar tidak berhenti pada infrastruktur publik seperti pelabuhan atau jalan raya, tapi juga menyentuh langsung sektor perhotelan yang menjadi tulang punggung ekonomi pariwisata Labuan Bajo.

Pendataan Kerusakan Masih Berjalan

Ketua Asosiasi GM Hotel Provinsi NTT, Alif KH, membenarkan adanya kerusakan pada sejumlah bangunan hotel akibat gempa ini. Namun ia menegaskan proses pendataan menyeluruh masih terus berlangsung di lapangan.

"Laporan rinci mengenai tingkat kerusakan properti serta usulan tindakan penanganan akan kami sampaikan segera setelah situasi lapangan lebih kondusif," kata Alif.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa gambaran kerusakan yang terlihat sejauh ini, khususnya di Hotel Jayakarta dan Zasgo, kemungkinan besar baru sebagian kecil dari total dampak yang dialami industri perhotelan di Labuan Bajo secara keseluruhan.

Skala Gempa yang Memicu Semua Ini

Gempa magnitudo 7,7 yang jadi penyebab utama rangkaian kerusakan ini terjadi di Kabupaten Nagekeo pagi tadi. Data terbaru menunjukkan pusat gempa berada di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay. Hingga pukul 08.45 WITA, BMKG mencatat sudah terjadi 44 kali gempa susulan, dengan getaran yang terasa kuat hingga menjangkau NTT, NTB, sampai Sulawesi Selatan.

Bagi industri pariwisata Labuan Bajo, tantangan ke depan bukan hanya soal memperbaiki bangunan yang rusak, tapi juga memulihkan rasa aman wisatawan yang sempat berhamburan keluar hotel dalam kepanikan pagi ini.

Berita Terkait