Viral Animasi Melangkah dari Timur, Sosok Baha Ternyata Representasi Masa Kecil Bahlil Lahadalia
LambeTurahNews - Potongan serial animasi Indonesia berjudul Melangkah dari Timur tengah menjadi perhatian di media sosial. Serial tersebut mengangkat kisah seorang anak laki-laki dari wilayah timur Indonesia yang berjuang menghadapi berbagai keterbatasan demi meraih cita-cita.
Sosok anak bernama Baha menjadi karakter utama dalam cerita tersebut. Di balik kisahnya, karakter Baha ternyata merepresentasikan perjalanan masa kecil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia.
Produser Melangkah dari Timur, Eminensi, membenarkan hal tersebut saat dihubungi, Kamis (27/8/2026).
Menurut Eminensi, serial itu dirancang dalam delapan episode dan mengisahkan perjalanan Baha sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).
“Iya bener, jadi ini series animasi delapan episode yang menceritakan mengenai kehidupan di masa kecil dari SD, SMP sampai SMA dari Menteri Bahlil Lahadalia,” ujar Eminensi.
Angkat Perjalanan Hidup Bahlil
Cerita Melangkah dari Timur mengambil sejumlah pengalaman yang disebut berkaitan dengan perjalanan hidup Bahlil Lahadalia.
Kisah tersebut antara lain menggambarkan kondisi ekonomi keluarga serta perjuangan mendapatkan pendidikan dengan fasilitas yang terbatas.
Salah satu pengalaman yang diangkat dalam serial itu adalah kebiasaan belajar menggunakan lampu berbahan bakar minyak sebagai sumber penerangan.
Pengalaman tersebut kemudian dikembangkan menjadi cerita animasi dengan sejumlah penyesuaian untuk kebutuhan dramatik.
Meski mengangkat perjalanan hidup Bahlil, Eminensi memastikan ide pembuatan serial tersebut tidak berasal langsung dari sang Menteri ESDM.
Bahkan, Bahlil disebut belum mengetahui rencana pembuatan animasi ketika proyek tersebut mulai dikembangkan.
“Bukan dari beliau, malah beliau nggak tahu kalau mau bikin film animasi ini,” kata Eminensi.
Digarap Selama Tiga Bulan
Dari sisi produksi, pengerjaan Melangkah dari Timur berlangsung sekitar tiga bulan sejak tahap diskusi awal.
Produksi serial tersebut dilakukan bersama Patopo Animation yang berbasis di Bandung. Rumah produksi tersebut sebelumnya dikenal mengerjakan proyek animasi.
“Sekitar tiga bulan sih, dari kita diskusi. Jadi animasi ini dibuat sama Patopo Animation dari Bandung, biasanya emang mereka mengerjakan film animasi,” beber Eminensi.
Setiap episode Melangkah dari Timur memiliki durasi sekitar tujuh menit. Alur cerita juga tidak sepenuhnya berjalan secara kronologis.
Serial tersebut menggunakan teknik kilas balik dengan narasi Baha versi dewasa sebagai penghubung untuk menceritakan perjalanan hidup karakter utama.
Tayang Gratis di YouTube
Alih-alih membawa serial tersebut ke layar lebar, tim produksi memilih menayangkannya secara gratis melalui YouTube.
Eminensi mengatakan keputusan tersebut bertujuan agar cerita dan pesan yang dibawa Melangkah dari Timur dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Kita kasih nonton gratis di YouTube karena mau kasih motivasi ke masyarakat luas. Kalau ke layar lebar, mungkin dibutuhkan dana yang besar,” ujar Eminensi.
Dengan format tersebut, masyarakat dapat mengakses kisah Baha tanpa harus membeli tiket atau menunggu penayangan komersial.
Awalnya Disiapkan untuk Ulang Tahun Bahlil
Serial Melangkah dari Timur semula memiliki target penayangan yang bertepatan dengan ulang tahun Bahlil Lahadalia yang ke-50.
Tim produksi awalnya menargetkan serial tersebut tayang pada 7 Agustus 2026.
Namun, proses produksi menghadapi kendala teknis sehingga jadwal penayangan mengalami perubahan.
Serial tersebut akhirnya mulai ditayangkan pada 25 Agustus 2026.
Tag Terkait