27 Saksi Diperiksa soal Kematian Misterius Sutrimo, Polisi Masih Tunggu Hasil Forensik
Jenazah Sutrimo Telah Dieksumasi
Sebelumnya, Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026).
Ekshumasi dilakukan sebagai bagian dari penyidikan untuk memperoleh bukti medis dan ilmiah terkait penyebab kematian Sutrimo.
Proses tersebut melibatkan Polda Metro Jaya bersama Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas.
"Pelaksanaan ekshumasi hari ini merupakan bagian dari proses penyidikan. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi Polda Metro Jaya dengan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas," kata Budi sebelumnya.
Dengan ekshumasi tersebut, penyidik dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah melalui metode forensik untuk mencari petunjuk yang berkaitan dengan kematian Sutrimo.
Kuasa Hukum Febrie Bantah Sutrimo Karumga
Di tengah proses penyidikan, muncul pula klarifikasi mengenai posisi Sutrimo yang sebelumnya disebut-sebut bekerja sebagai kepala rumah tangga (karumga) untuk eks Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Informasi tersebut dibantah oleh pihak Febrie.
Firman Wijaya, salah satu anggota tim kuasa hukum Febrie, mengatakan Sutrimo bukan berstatus sebagai kepala rumah tangga seperti yang banyak diberitakan.
Menurut Firman, Sutrimo lebih banyak bertugas menjaga sebuah rumah yang kosong dan tinggal di lokasi tersebut.
"Jadi posisi almarhum bukan sebagai karumga seperti yang banyak disampaikan, namun lebih ke menjaga rumah yang kosong dan tinggal di sana," kata Firman dalam keterangannya, Rabu.
Firman menambahkan, Sutrimo juga beberapa kali pulang ke kampung halaman atau mengambil pekerjaan lain. Karena itu, menurutnya, Sutrimo tidak terus-menerus bekerja dengan Febrie.
Hingga kini, penyidik Polda Metro Jaya masih melanjutkan pendalaman kasus tersebut. Hasil pemeriksaan 27 saksi dan temuan dari laboratorium forensik nantinya menjadi bagian penting dalam mengungkap secara lebih terang penyebab kematian Sutrimo.
Tag Terkait