Langsung ke konten
Lambe Turah Lambe Turah
News

397 Santri Pondok Pesantren di Sidoarjo Dirawat Diduga Keracunan MBG, Telur Orek Disebut Berbau dan Pahit

Fip
397 Santri Pondok Pesantren di Sidoarjo Dirawat Diduga Keracunan MBG, Telur Orek Disebut Berbau dan Pahit

LambeTurahNews - Sebanyak 397 santri dan siswa dilaporkan menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala yang diduga keracunan makanan di lingkungan Pondok Pesantren Mamba'ul Hikam, Dusun Putat Utara, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026).

Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.

Berdasarkan laporan sementara pada pukul 22.17 WIB, ratusan pasien tersebar di sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

Rinciannya, sebanyak 271 pasien menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo, 14 pasien di RS Delta Surya, 57 pasien di RS Siti Hajar, 13 pasien di RS Pusura, delapan pasien di RSB Porong, 26 pasien di RS Fatimah, serta delapan pasien di Klinik Azka Medika.

Dengan demikian, total sementara pasien yang mendapatkan perawatan mencapai 397 orang.

Santri Mengalami Mual, Muntah hingga Diare

Peristiwa tersebut bermula setelah makanan MBG sebanyak sekitar 1.010 porsi dikirim dari SPPG Kalitengah untuk mendukung makanan bagi siswa MA dan MTs Mamba'ul Hikam.

Makanan tersebut tiba sekitar pukul 12.30 WIB. Sekitar pukul 13.00 WIB, para siswi mulai mengonsumsi makanan MBG.

Sekitar pukul 16.00 WIB, sejumlah santri mulai mengeluhkan berbagai gejala, seperti pusing, mual, muntah, diare hingga sesak napas.

Pengurus pondok kemudian membawa santri yang mengalami gejala tersebut ke bidan terdekat di Desa Putat.

Jumlah santri yang mengalami keluhan kemudian terus bertambah. Sekitar pukul 16.30 WIB, sedikitnya 15 santri dilaporkan mengalami pusing, mual dan muntah.

Pengurus pondok selanjutnya mencari kendaraan dan menghubungi ambulans untuk mengevakuasi para santri ke sejumlah rumah sakit, termasuk RS Pusura dan RSUD Sidoarjo.

Pada pukul 17.45 WIB, pihak PIC Mamba'ul Hikam menghubungi Kepala SPPG untuk melaporkan adanya kejadian yang diduga keracunan di lingkungan MA dan MTs Mamba'ul Hikam.

Saat laporan awal disampaikan, jumlah korban yang disebut mencapai sekitar 20 orang.

Sekitar pukul 18.30 WIB, Korcam bersama Kepala SPPG kemudian mendatangi MA dan MTs Mamba'ul Hikam untuk memastikan kondisi di lokasi.

Satu jam kemudian, jumlah korban yang dilaporkan mengalami gejala meningkat menjadi lebih dari 200 orang.

Santri Sebut Telur Orek Berbau dan Pahit

Dari keterangan sementara sejumlah santri yang menjalani perawatan di RSB Pusdik Porong, seluruhnya mengaku mengonsumsi menu telur orek atau telur orak-arik yang menjadi bagian dari makanan MBG.

Beberapa santri juga menyampaikan bahwa telur tersebut dalam kondisi berbau dan terasa agak pahit.

Namun, keterangan tersebut masih merupakan kesaksian dari pasien dan belum dapat menjadi kesimpulan mengenai penyebab keracunan. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap makanan dan pasien diperlukan untuk memastikan sumber kejadian.

Adapun menu MBG yang dibagikan kepada santri pada Selasa (1/9/2026) terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali dan buah apel.

Evakuasi Santri Masih Berlangsung

Hingga malam hari, proses evakuasi dan pendataan terhadap santri yang mengalami keluhan masih dilakukan.

Ambulans dari sejumlah rumah sakit terdekat dikerahkan untuk membantu membawa para santri ke fasilitas kesehatan.

Pihak terkait juga masih melakukan pendataan terhadap jumlah korban serta penanganan medis terhadap pasien yang mengalami gejala.

Berita Terkait