Awkarin Panik saat Gempa Guncang Lombok, Kasurnya Ikut Bergoyang
LambeTurahNews - Liburan santai di Lombok mendadak berubah jadi momen menegangkan buat Awkarin.
Selebgram bernama lengkap Karin Novilda ini sedang menikmati waktu istirahatnya di NTB, ketika gempa yang mengguncang wilayah NTT, Sabtu (15/8), ikut terasa sampai ke kamarnya. Bukan cuma terbangun biasa, pengalaman ini sempat bikin Awkarin salah sangka sebelum akhirnya sadar apa yang sebenarnya terjadi.
Kirain Ada yang Mengetuk Pintu, Ternyata Kasurnya yang Goyang
Awkarin membagikan pengalaman ini lewat Instagram Story miliknya, dan ceritanya cukup menarik untuk disimak.
Ia mengaku memang tipe orang yang gampang terbangun dari tidur. Tapi malam itu, yang membangunkannya bukan suara biasa, melainkan getaran yang membuat tempat tidurnya ikut bergerak.
"Gue tuh gampang banget kebangun kan, walaupun gue semabok apapun tadi malem, gue tadi kebangun gegara bed gue bergerak. Jadi akhirnya gue bangun. Gue pikir ada yang ngetok kamar gue, ternyata bukan getokan tapi kasur gue goyang," cerita Awkarin.
Reaksi pertama yang muncul di kepalanya cukup manusiawi, ia mengira ada orang yang sedang mengetuk pintu kamarnya. Baru setelah beberapa saat, ia sadar bahwa yang bergerak bukan hanya dirinya sendiri, tapi seluruh kasur tempatnya berbaring.
Kamar di Lantai Atas Bikin Getarannya Terasa Lebih Kuat
Ada alasan kenapa Awkarin merasakan guncangan ini cukup jelas.
Kamar tempatnya menginap berada di lantai atas, posisi yang membuat getaran gempa terasa lebih kuat dibanding di lantai dasar. Menyadari situasi ini, ia langsung mengambil keputusan cepat, turun ke lantai bawah begitu memastikan yang terjadi memang gempa bumi.
Setelahnya, Awkarin mencari area yang lebih luas dan terbuka, langkah antisipasi untuk menghindari risiko jika terjadi gempa susulan. Ia memilih bertahan di lokasi tersebut sampai situasi benar-benar terasa aman kembali.
Pengalaman Sebagai Relawan Bikin Awkarin Lebih Waspada
Ada satu hal menarik yang membuat respons Awkarin kali ini terasa lebih matang dari sekadar reaksi panik biasa.
Ia sebelumnya pernah terlibat sebagai relawan dalam kegiatan yang berkaitan dengan gempa dan tsunami. Pengalaman itulah yang membuatnya paham betul bahwa gempa bukan bencana yang bisa dianggap remeh, bahkan ketika situasinya sedang berlibur santai sekalipun.
Karena itu, meski sedang menikmati waktu liburan di Lombok, Awkarin tetap memilih memprioritaskan keselamatan begitu merasakan guncangan. Ia meninggalkan kamarnya dan bertahan di area terbuka sampai kondisi benar-benar tenang.
Kejadian ini jadi pengingat sederhana, ke mana pun kita bepergian, termasuk ke destinasi wisata seindah Lombok, kewaspadaan terhadap potensi bencana alam tetap perlu dijaga, bahkan saat sedang dalam mode liburan penuh sekalipun.
Tag Terkait