Hidup Penuh Dendam, Taskya Namya Alami Tantangan Emosional di Rambut Sewu
LambeTurahNews - Aktris Taskya Namya kembali menunjukkan kemampuan beraktingnya lewat film horor terbaru, Rambut Sewu: Satu Langkah Getih. Taskya pun dihadapkan dengan masa lalu yang kelam hingga membuatnya terjerumus dalam ritual yang menyebabkan tragedi besar.
Berperan sebagai Marni, karakter yang dimainkan oleh Taskya Namya ini hidup dalam kepahitan dan penderitaan panjang. Karakter itu pun mengharuskan Taskya menghadapi tantangan emosional yang kompleks penuh emosi.
"Karena Marni itu punya flashback yang menguras emosi. Permainannya itu ada rasa, karena dia merasa tidak pernah diterima oleh orang-orang. Dia selalu merasa ditindas, begitu pun keluarganya," ujar Taskya.
Menurut Taskya, Marni bukan sekadar sosok yang berubah karena ambisi, tetapi seseorang yang menyimpan luka mendalam akibat pengalaman pahit dalam hidupnya. Marni ingin keluar dari penderitaan, menjadi sosok yang lebih kuat, serta berharap keluarganya tidak lagi mengalami penindasan.
"Marni akhirnya merasa, dia tidak mau ditindas lagi. Dia ingin jadi seseorang yang cantik, ingin keluarganya tidak ditindas lagi. Tapi sebenarnya yang dilakukan Marni itu salah. Tanpa disadari, hatinya yang sebenarnya rapuh menyimpan dendam yang begitu besar," kata Taskya.
Film Rambut Sewu: Satu Langkah Getih berpusat pada Wulan (Wavi Zihan), seorang perempuan muda yang pindah ke sebuah rumah tua bersama ibunya, Ratih (Ruth Marini), setelah mendapatkan pekerjaan di sebuah pabrik. Namun, rumah tersebut justru menjadi awal dari rangkaian kejadian misterius ketika Wulan menemukan jejak penghuni sebelumnya, termasuk foto sosok Sundari yang memiliki kemiripan wajah dengannya.
Seiring waktu, Wulan mulai mengalami berbagai gangguan hingga berhadapan dengan kisah kelam Marni (Taskya Namya), perempuan yang mengalami penderitaan panjang dan terjerumus dalam ritual yang membawa tragedi besar. Misteri mengenai Nyi Wengi dan Dhandhang Gendhing pun perlahan terbuka, membawa Wulan pada ancaman dari masa lalu yang ternyata masih memiliki pengaruh hingga kini.
Produser Rambut Sewu: Satu Langkah Getih, Zakir Rasyidin, menjelaskan alasan memilih kisah tersebut untuk diangkat ke layar lebar. Menurutnya, film ini memiliki keterkaitan dengan kearifan lokal masyarakat Jawa yang menyimpan kepercayaan mengenai cara mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
"Rambut Sewu merupakan sebuah kearifan lokal masyarakat di salah satu daerah di Jawa, yang konon katanya dipercaya sebagai jalan pintas untuk membuat hidup menjadi lebih baik. Sehingga cerita tersebut nampaknya akan menarik jika divisualisasikan dalam film karena mengandung cerita supranatural," ujar Zakir Rasyidin.
Selain menghadirkan atmosfer horor Jawa yang kuat, Rambut Sewu: Satu Langkah Getih juga membawa tema tentang kehilangan, penyesalan, serta perjuangan untuk melepaskan diri dari belenggu kutukan.
Film ini dibintangi oleh Taskya Namya sebagai Marni, Wavi Zihan sebagai Wulan-Sundari, dan Yusuf Mahardika sebagai Damar. Film ini juga diperkuat oleh deretan pemain pendukung seperti Donny Alamsyah sebagai Suradi, Sadana Agung sebagai Tedjo, Bonar Manalu sebagai Bonar, Yewen sebagai Pieter, Ivonne Dahler sebagai Minarti, serta Ihsan Tarore sebagai Ustaz.
Melalui perpaduan horor, misteri, dan drama emosional, Rambut Sewu: Satu Langkah Getih menghadirkan perjalanan menegangkan tentang rahasia lama yang kembali mencari jalan untuk terungkap. Rambut Sewu: Satu Langkah Getih dijadwalkan tayang di bioskop mulai 5 November 2026.
Tag Terkait